Rumah Potong Unggas di Kawasan RPH Basirih yang hingga saat ini tak kunjung berfungsi. (Foto: Arum/ KalselMaju.com)
Spread the love
KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Rumah Potong Unggas (RPU) senilai Rp5,4 miliar di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, hingga kini belum juga berfungsi. Padahal, bangunan fisiknya telah rampung sejak 2023.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik terkait potensi pemborosan anggaran dan mempertanyakan efektivitas pengelolaan proyek pemerintah daerah.
“Bangunan fisik sudah selesai, tapi belum bisa kita operasionalkan. Ini karena beberapa fasilitas penting belum tersedia,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Efendi, Senin (7/7/2025).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Efendi. (Foto: Arum/ KalselMaju.com)
Menurutnya, keterlambatan ini karena belum tersedianya sejumlah fasilitas vital. Fasilitas tersebut termasuk suplai air bersih, rumah bulu, darah, genset, serta Instalasi pengolahan air limbah (Ipal)
Kebutuhan air bersih menjadi faktor utama. Hal ini karena operasional Rumah Potong Unggas membutuhkan sekitar 6.000 liter per hari untuk proses pembersihan unggas potong.
“Jadi kami sedang mencari cara untuk membuat suplai air bersih, buka air untuk diminum yah,” jelasnya.
Ia menegaskan keperluan air bersih bukan untuk konsumsi, tetapi untuk menunjang proses sanitasi saat pemotongan unggas.
Pembangunan rumah potong unggas ini berjalan secara bertahap. Pihak DKP3 saat ini sedang mencari skema penyelesaian agar fasilitas tersebut bisa segera berfungsi.
“Bangunan sudah mangkrak lebih dari satu tahun. Maka harus diupayakan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” tutup Yuliansyah.