KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan komitmen menjalankan program penerima Beasiswa Seribu Sarjana. Tak hanya fokus pada pembiayaan pendidikan. Pemkab juga telah menyusun strategi agar para lulusan tidak menjadi pengangguran berijazah. Sekaligus upaya antisipasi membludaknya angkatan kerja.
Langkah konkretnya adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan penempatan tenaga kerja serta perguruan tinggi mitra. Tujuannya, agar para lulusan program ini tidak hanya siap secara akademik. Tetapi juga memiliki akses langsung ke dunia kerja atau peluang membangun usaha mandiri.
Pemkab telah merancang sejumlah skema penempatan kerja untuk alumni program beasiswa tersebut.
“Kami telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan perguruan tinggi yang memiliki layanan karier, untuk membantu lulusan mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha sendiri. Kami ingin lulusan Beasiswa Seribu Sarjana siap bersaing di pasar kerja,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Kerja, Produktivitas, dan Hubungan Industrial, Slametno.
Namun ia mengakui adanya tantangan dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal, yaitu masih terbatasnya jumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Balangan. Ia pun menyoroti pentingnya peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam menarik investor ke daerah tersebut.
“Minimnya perusahaan besar tentu berdampak pada terbatasnya lapangan kerja. Oleh karena itu, kami mendorong DPMPTSP agar lebih aktif dalam menarik investor, sehingga akan ada lebih banyak perusahaan yang membuka cabang di Balangan,” jelasnya.
Pemkab Maksimalkan Program ‘Lamar Bagawi’
Salah satu terobosan yang Pemkab melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja adalah program “Lamar Bagawi”, yang berfungsi sebagai penghubung antara pencari kerja asal Balangan dan perusahaan-perusahaan besar di berbagai wilayah Indonesia. Inovasi ini harapannya mampu memperluas kesempatan kerja bagi warga lokal.
Selain menyalurkan tenaga kerja, Pemkab Balangan juga aktif mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Melalui pelatihan berbasis kompetensi, warga dibekali keterampilan praktis seperti tata rias dan keahlian lainnya, agar mampu membuka usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi wirausahawan. Kami ingin lulusan Beasiswa Seribu Sarjana tidak hanya mengisi lapangan kerja, tapi juga menciptakannya,” pungkas Slametno.





