Selama Sepekan Siswa SMAN 2 Banjarbaru Wajib Pegang HP Dalam Kelas, Apa yang Mereka Lakukan?

oleh
oleh
Pegang
Selama Sepekan Siswa SMAN 2 Banjarbaru Wajib Pegang Smartphone dalam kelas. (Foto: Zoya/ kalselmaju.com)

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Usai libur lebaran Idulfitri 2025, SMAN 2 Banjarbaru langsung aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mulai hari ini hingga sepekan kedepan atau 17 April 2025, para siswa wajib memegang HP selama kegiatan di dalam kelas.

Bukan untuk bermain game alias mabar, ternyata para siswa pegang smartphone mereka untuk menjalani ujian atau assessment sumatif akhir, Kamis (10/4).

Sumatif akhir ini semacam ujian nasional atau ujian akhir sekolah. Penerapannya menggunakan handphone milik masing masing siswa.

Pelaksanaan ujian ini tidak menggunakan kertas. Melainkan memanfaatkan smartphone lewat aplikasi dari pihak sekolah.

Pihak sekolah meyakini inovasi ini dapat meminimalisir aksi kecurangan dari oknum siswa yang nekat hendak menyontek. karena aplikasi ini sudah melalui uji coba yang matang.

Sistemnya, jika membuka aplikasi ini atau saat pelaksanaan ujian, maka pengguna atau siswa peserta tidak akan bisa beralih ke aplikasi lain. Termasuk untuk menjelajahi website pencarian alias browsing.

“Jika siswa keluar aplikasi, maka ketahuan. Karena tidak dapat lagi masuk ke aplikasi ujian,” papar tim IT SMAN 2 Banjarbaru, Ruslan.

Sementara itu, soal ujian yang tersedia merupakan materi dari guru-guru di SMAN 2 Banjarbaru. Yang sebelumnya di input ke dalam sistem aplikasi.

Sekolah menetapkan Asessmen sumatif akhir ini merupakan salah satu komponen untuk kelulusan para siswa-siswi.

“Nanti nilai mereka dari semester satu 1 sampai lima diakumulasi. Termasuk hasil ujian ini dan masuk dalam nilai ijazah,” sahut Kepala SMAN 2 Banjarbaru, Saryono.

“Ujian menggunakan aplikasi seperti ini sudah kami terapkan sejak akhir 2019 silam. Memang kebanyakan sekolah memakai metode ini,” sambungnya.

Nilai positif dari ujian menggunakan aplikasi di smartphone ini adalah penilaian yang lebih cepat. Sebab, ketika siswa selesai menjawab soal, maka nilainya langsung keluar.

Berbeda dengan ujian manual. Para guru harus kembali mengecek jawaban siswa satu per satu. Termasuk untuk efisiensi karena sekolah tidak perlu lagi membeli kertas.

Visited 1 times, 1 visit(s) today