KAHMI dan HMI Kalsel Kompak Suarakan Pemimpin Definitif Banjarbaru Demi Kemaslahatan Umat

oleh
oleh
kahmi
Presidium MW KAHMI Kalimantan Selatan Ani Cahyadi. (Foto: Istimewa)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel angkat bicara soal pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Banjarbaru. Menurut keduanya, Banjarbaru sangat memerlukan pemimpin definitif . Tujuannya tidak lain, agar pembangunan ke depan tidak stagnan dan kemaslahatan umat.

Presidium Majelis Wilayah KAHMI Kalsel, Prof Ani Cahyadi mengatakan, mengingat Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi serta gerbang IKN, jadi jangan sampai adanya kekosongan pemimpin dalam pemerintahan. Menurutnya hal tersebut akan akan berdampak pada pembangunan kota itu sendiri.

“Proses demokrasi di Banjarbaru akan berlangsung pada PSU 19 April nanti. Kami berharap kepemimpinan definitif agar pembangunan ibu kota provinsi terus berjalan, apalagi kita sebagai pintu gerbang IKN,” terangnya.

Ia menegaskan, KAHMI sangat menghargai proses demokrasi yang berjalan di Indonesia. Khususnya di Banjarbaru. Namun jangan sampai kepentingan-kepentingan oleh sekelompok malah menimbulkan mudarat, menghambat pembangunan maupun program-program yang lebih besar untuk kemaslahatan umat.

“Sebagai IKP, Banjarbaru saat ini sudah menjadi perhatian nasional dan kami khusunya,” sahut Abdi Aswadi Ketua BADKO HMI Kalsel.

Kata dia, mengingat dalam proses Pilkada Banjarbaru juga menjadi pelajaran hukum baru. Baik bagi penyelenggara maupun masyarakat.

Namun Abdi mengingatkan Kota Idaman yang akan menghadapi PSU beberapa hari lagi, jangan sampai terjadi kekosongan kepemimpinan yang berdampak pada terhambatnya pembangunan hanya karena kepentingan politik.

Menurutnya, sikap HMI terhadap proses demokrasi di Banjarbaru bukan tidak berdasar, sebagaimana tujuan HMI itu sendiri yang lebih memprioritaskan kemaslahatan umat dan bangsa.

Visited 1 times, 1 visit(s) today