Hari Teater Sedunia 2025, Dewan Kesenian Balangan Suguhkan Pagelaran dan Sarasehan Seni

oleh
oleh
hari
Pentas teater tradisi di pasar budaya racah mampulang beberapa waktu lalu. (Foto: Ambol)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Dewan Kesenian Balangan bakal menggelar Pagelaran Teater dan Sarasehan Kesenian di Pasar Budaya Racah Mampulang desa Balida, Minggu (27/04), akhir pekan nanti. Agenda ini sebagai bentuk perayaan memperingati Hari Teater Sedunia yang jatuh setiap tanggal 27 Maret.

Kegiatan tersebut merupakan apresiasi terhadap eksistensi seni teater di Balangan. Selain itu, menjadi ruang temu bagi para pelaku, pemerhati seni, dan masyarakat luas untuk merayakan kebudayaan lokal melalui pertunjukan dan diskusi terbuka.

Mengusung tema “Dari Rahim Ibu, dari Tanah Bumi: Menyemai Peradaban”, tiga kelompok teater akan ambil bagian pada perhelatan tersebut.

Sanggar Seni Tumenggung Jalil akan menyuguhkan aksi panggung naskah Ratapan Burung-Burung, karya Fahmi Wahid. Lalu Sanggar Gaharu Juai dengan pementasan Surgaku, dan Teater Sanggam Balangan dengan pertunjukan berjudul Mandi Bungas.

Seluruh rangkaian agenda tersebut tidak hanya sebagai respons terhadap peringatan Hari Teater. Tetapi juga, mengaitkan nilai-nilai luhur dari Hari Kartini (21 April) dan Hari Bumi (22 April).

Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Balangan, Ahmad Juliansyah, menjelaskan bahwa tema ini mengandung makna simbolik yang kuat. Khususnya tentang peran perempuan dan pentingnya kesadaran ekologis dalam membentuk masa depan peradaban.

“Teater adalah cermin kehidupan. Kami mengangkat tema ini sebagai bentuk penghormatan terhadap dua kekuatan besar, yakni perempuan dan alam. Dari rahim ibu, kita lahir penuh kasih. Dari tanah bumi, kita tumbuh penuh daya. Teater menjadi jembatan untuk menyuarakan kepedulian itu dalam bentuk artistik,” ungkap Juliansyah, Selasa (22/04).

Selain pertunjukan, acara ini juga akan menghadirkan sarasehan kesenian. Sarasehan tersebut membuka ruang refleksi dan pertukaran gagasan antar pelaku seni, akademisi, dan pemuda kreatif di Balangan.

“Pagelaran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum kebudayaan yang menggugah kesadaran kolektif. Kami harus terus merawat nilai-nilai kemanusiaan, lingkungan, dan kebudayaan lokal,” tutupnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today