KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Operasional pengelolaan Hotel Batung Batulis di dua lokasi. Banjarbaru dan Banjarmasin boncos alias mengalami kerugian. Kerugian operasional itu menjadi beban keuangan daerah. Dengan tegas Gubernur Kalsel, H. Muhidin, memilih tutup operasional.
Hal itu telah ia sampaikan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (14/4). Muhidin menyoroti bahwa biaya operasional hotel di bawah pengelolaan PT. Bangun Banua jauh di bawah pendapatan.
“Kalau rugi terus, buat apa beroperasi? Mending tutup,” ujarnya lugas di hadapan wartawan.
Menurutnya, penutupan hotel akan menghilangkan beban pengeluaran rutin. Seperti gaji karyawan, tagihan listrik, dan air yang selama ini terus menguras anggaran perusahaan daerah.
Kendati demikian, bukan berarti membuat hotel tersebut berakhir. Muhidin justru membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mengelola hotel tersebut.
Oleh karena itu, ia mendorong PT. Bangun Banua untuk mulai menjajaki peluang kemitraan dengan para pengusaha atau investor yang berminat mengambil alih pengelolaan hotel.
“Nanti ajukan proposal, kita cek. Batung Batulis yang di Banjarbaru itu kan luas lahannya. Nah, apakah nanti sistemnya bangun ulang atau bagaimana bentuk kerja samanya. Nanti menyesuaikan,” kata Muhidin.
Hotel Batung Batulis, yang sebelumnya menjadi aset kebanggaan daerah, kini menghadapi kenyataan pahit. Minimnya okupansi kamar dan tidak kompetitifnya pengelolaan membuat hotel ini sulit bersaing dengan hotel-hotel swasta di tengah kota. Belum lagi, efisiensi manajemen yang belum optimal turut memperparah situasi.
Langkah Muhidin ini pun sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap aset-aset BUMD yang selama ini berjalan stagnan. Menurutnya seluruh aset milik daerah harus terkelola secara profesional dan memberikan keuntungan, bukan menjadi beban.
Pernyataan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan H. Muhidin siap melakukan pembenahan besar-besaran terhadap kinerja BUMD.
Pendekatan yang lebih terbuka terhadap kerja sama publik-swasta kini menjadi salah satu opsi untuk menyelamatkan aset daerah dari kerugian berkepanjangan.





