KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Persoalan sampah dan bau drainase mengganggu kawasan Lapangan dr Murdjani, Banjarbaru. Menanggapi kondisi tersebut, HIPMI Kota Banjarbaru menggelar aksi gotong royong, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini melibatkan Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby dan sejumlah komunitas. Mereka membersihkan pedestrian, trotoar, serta saluran drainase. Aksi juga menyasar sejumlah titik di sekitar lapangan. Total area pembersihan mencapai sekitar 632 meter.
HIPMI Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat
Aksi bersih-bersih ini berawal dari laporan masyarakat. Warga mengeluhkan kondisi kebersihan Lapangan Murdjani. Padahal, kawasan tersebut kerap menjadi pusat aktivitas dan berbagai acara publik.
Ketua HIPMI Kota Banjarbaru Reno Setiawan mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut. HIPMI kemudian mengajak sejumlah komunitas dan Pemkot Banjarbaru untuk berkolaborasi.
“Memang langkah pertama saat ini untuk kegiatan seperti ini, tetapi mudah-mudahan selanjutnya bisa kita rutinkan,” kata Reno.
Reno menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya menyasar sampah di permukaan. Peserta juga membersihkan seluruh area lapangan yang membutuhkan penanganan.
HIPMI Banjarbaru juga siap mendukung kegiatan serupa. Dukungan tersebut termasuk pembersihan drainase menjelang musim penghujan.
“Kita lihat kebutuhan di lapangan. Apabila memang dirasa dibutuhkan, HIPMI Banjarbaru siap mendukung program bersih-bersih itu,” ujarnya.
Pemkot Dorong Gerakan Banjarbaru Elok
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengapresiasi inisiatif HIPMI dan keterlibatan komunitas. Menurutnya, kebersihan lingkungan membutuhkan kerja sama semua pihak.
Lisa menegaskan, gerakan Banjarbaru Elok tidak hanya mengutamakan keindahan dan keasrian kota. Gerakan tersebut juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan.
“Banjarbaru Elok bukan hanya indah dan asri, tetapi lingkungannya juga harus bersih. Kita mengharapkan seluruh masyarakat dan komunitas bisa bekerja sama dan bergotong royong menjaga lingkungan,” ujarnya.
Selain membersihkan kawasan lapangan, peserta juga menangani bagian dalam drainase. Mereka akan menyiram saluran menggunakan air sabun untuk mengurangi bau tidak sedap.
Lisa juga mengapresiasi dukungan penyediaan tempat sampah atau expo box. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pengelolaan sampah di kawasan Lapangan Murdjani.
Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menjaga kebersihan kota. Masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha juga harus mengambil peran.
Terlebih, Lapangan Murdjani kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat. Karena itu, kawasan tersebut membutuhkan perhatian dan pemeliharaan kebersihan secara berkelanjutan. (Ari)





