Anak Guru SD yang Meninggal Jadi Perhatian Dinsos Banjarmasin, KIP Akan Diverifikasi

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Sosial Kota Banjarmasin memberikan perhatian kepada anak berusia lima tahun yang kehilangan ibunya, seorang guru SDN Tanjung Pagar 3 Banjarmasin yang meninggal dunia akibat asma. Dinas akan memverifikasi kelayakan keluarga untuk mengakses bantuan pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari, mengatakan pihaknya mengunjungi keluarga tersebut untuk menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin.

“Kami pada hari ini melaksanakan kunjungan ke tempat salah satu guru SD di Banjarmasin yang meninggal dunia beberapa waktu lalu, dan sesuai arahan Pak Wali Kota langsung,” ujar Ayu.

Saat ini, anak tersebut tinggal bersama kakek dan neneknya, orang tua almarhumah. Anak itu juga telah mengenyam pendidikan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ayu mengatakan Dinas akan melihat kondisi keluarga untuk menentukan bentuk dukungan yang memungkinkan. Namun, pihaknya tidak mengambil alih pengasuhan karena anak tersebut masih memiliki keluarga yang dapat merawatnya.

“Anak ini sekarang tinggal bersama nenek dan kakeknya yang merupakan orang tua dari almarhumah. Pada saat ini memang membutuhkan perhatian untuk mendapatkan bimbingan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas akan memverifikasi kondisi sosial ekonomi keluarga, termasuk desil kesejahteraannya. Pemeriksaan tersebut juga bertujuan melihat peluang anak memperoleh bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Kami akan lakukan verifikasi ulang apakah dimungkinkan nantinya untuk membantu masuk dalam Program Indonesia Pintar. Kami akan memverifikasi desilnya, apakah dia termasuk desil yang layak untuk menerima bantuan atau tidak,” jelasnya.

Dinas Sosial berharap hasil verifikasi menunjukkan keluarga tersebut memenuhi persyaratan sehingga anak dapat memperoleh bantuan pendidikan sesuai ketentuan.

Ketua RT 55, Abdul Hayat, mengapresiasi perhatian Pemkot Banjarmasin dan unsur terkait lainnya terhadap keluarga tersebut.

Ia berharap pemerintah melanjutkan perhatian itu melalui bantuan nyata, terutama untuk menunjang pendidikan anak. Menurutnya, anak tersebut kini bergantung pada kakek dan neneknya yang mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sebagai masyarakat di sini mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang memperhatikan permasalahan warga kami,” ujarnya.

Hayat berharap dukungan pemerintah membantu anak tersebut tetap bersekolah dan mendapatkan kesempatan tumbuh serta berkembang dengan baik.

“Kami berharap ke depannya ada dukungan dari pemerintah, supaya anak ini bisa terbantu, terutama untuk pendidikannya. Kasihan, sekarang dia ikut dengan kakek dan neneknya,” tuturnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today