KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Sahbirin Noor atau Paman Birin mendapat amanah baru di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mantan Gubernur Kalimantan Selatan ini masuk dalam jajaran A’wan PBNU masa khidmah 2026–2031.
Paman Birin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan tersebut. Dia juga memohon doa agar dapat menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, mohon doanya semoga bisa mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Paman, Kamis (1/10/2026).
Nama Paman Birin tercantum dalam susunan kepengurusan PBNU yang diumumkan pada Rabu (30/9/2026) malam.
Kepengurusan baru tersebut melalui SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026–2031.
Dalam struktur organisasi NU, A’wan merupakan bagian dari kelengkapan Syuriyah. Posisi tersebut berperan memberikan masukan serta membantu pelaksanaan tugas Dewan Syuriyah PBNU.
Sebelum masuk dalam struktur PBNU, Paman Birin memiliki rekam jejak dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ulama, pesantren, NU, serta pengembangan kegiatan Al-Qu’ran di Kalsel.
Salah satunya terlihat dalam peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan pada Februari 2023. Kegiatan yang berlangsung ketika Paman masih menjabat Gubernur Kalsel tersebut melibatkan ribuan santri dan warga Nahdliyin.
Dalam kegiatan itu, Paman turut menyerahkan penghargaan kepada 15 ulama sepuh di Kalsel yang dapat penilaian berdedikasi dalam penyebaran ajaran Ahlussunah wal Jamaah serta pengembangan NU di daerah.
Kedekatannya dengan lingkungan pesantren juga terlihat dalam sejumlah kunjungan. Pada Agustus 2023, misalnya, Sahbirin mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para santri untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Kegiatan keagamaan berbasis Al-Qu’ran juga menjadi bagian dari aktivitas Pamab selama menjabat sebagai gubernur.
Saat membuka MTQN XXXIV tingkat Provinsi Kalsel di Banjarbaru pada Juli 2023, Paman Birinberharap kegiatan MTQ tidak hanya berhenti pada perlombaan membaca Al-Qur’an.





