KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Puluhan lampion berbentuk teratai dilarung ke Sungai Martapura dalam rangkaian Festival Mooncake dan Religi Expo XI di Siring Nol KM Banjarmasin, Jumat (25/9/2026) malam.
Larung lampion oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan tersebut menjadi simbol doa dan harapan untuk keselamatan serta kedamaian bangsa.
Festival Mooncake mengusung tema “PSMTI Kalsel Berduka dan Peduli: Doa untuk Negeri”. Sedangkan Religi Expo XI mengangkat tema “Merakit: Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi”.
Rangkaian kegiatan dengan kirab, kemudian prosesi larung lampion teratai ke Sungai Martapura. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengapresiasi kegiatan yang tidak hanya mempertahankan tradisi. Tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kerukunan dan kepedulian masyarakat.
“Cahaya lampion ini menjadi simbol harapan, kepedulian, dan kebaikan yang terus menyala di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yamin, semangat kebersamaan dalam Festival Mooncake dan Religi Expo XI. Sejalan dengan nilai Gawi Sabumi yang menekankan persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan ini menjadi gambaran semangat kebersamaan yang ada di Kota Banjarmasin,” tambahnya.
Ia mengatakan kirab dan larung lampion juga menjadi cara PSMTI Kalsel menyampaikan pesan kepedulian. Serta doa bagi negeri di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang melalui tradisi, doa, dan semangat kebersamaan.





