KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Khadijah masih bertahan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9/2026), menanti kabar delapan anggota keluarganya yang belum ditemukan setelah Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa.
Dengan mata sembab, ia terus memantau informasi dari Tim SAR gabungan. Ibu dan pamannya termasuk dalam rombongan keluarga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Keberangkatan menggunakan kapal dari Surabaya menuju Banjarmasin merupakan pengalaman pertama bagi keluarganya. Selama ini, mereka lebih sering menggunakan pesawat saat bepergian ke luar daerah.
“Biasanya kalau bepergian ke luar daerah, kita selalu naik pesawat. Ini baru pertama kalinya mereka coba naik kapal buat jalan-jalan ziarah,” kata Khadijah dengan suara bergetar.
Komunikasi terakhir dengan keluarganya terjadi saat mereka bersiap berangkat dari Pelabuhan Surabaya. Setelah itu, seluruh nomor telepon anggota keluarganya tidak lagi dapat ia hubungi.
“Terakhir kontak pas mereka baru mau berangkat dari Pelabuhan Surabaya kemarin siang. Habis itu nggak bisa sama sekali, sampai akhirnya dengar kabar syok banget kalau kapalnya tenggelam di Laut Jawa pas dini hari,” ungkapnya.
Khadijah kemudian menyisir sejumlah rumah sakit rujukan di Banjarmasin untuk mencari keluarganya di antara korban yang berhasil terevakuasi. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
“Jujur saya syok berat. Saya sudah keliling ke semua rumah sakit rujukan buat mencari tahu, tapi belum ada hasil,” tuturnya lirih.
Kini, ia memilih menunggu di Pelabuhan Trisakti sembari mengikuti perkembangan proses evakuasi dan pencarian korban.
“Sekarang cuma bisa nunggu di pelabuhan sambil terus berdoa, dan saya berharap sekali ada titik terang dan ada kabar baik soal kondisi keluarga,” harapnya.





