KALLSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Tradisi Baayun Maulid kembali digelar di Masjid Sultan Suriansyah, Kota Banjarmasin. Tahun ini, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan pelaksanaan Baayun Maulid tahun ini mengikutkan sekitar 500 peserta.
Menurutnya, Baayun Maulid bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi tradisi khas masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah dan budaya kuat.
“Tradisi ini sebenarnya sangat bagus dan setiap tahun selalu kita gelar. Tahun ini juga menjadi momentum yang sangat tepat karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin,” ujar Ibnu Sabil, Minggu (6/9/2026).
Tingginya antusiasme masyarakat, menurutnya, menjadi bukti Baayun Maulid masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat Banjar. Karena itu, Pemkot Banjarmasin berencana mendorong tradisi tersebut agar bisa terkenal lebih luas.
“Kami akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar Baayun Maulid ini bisa dimasukkan ke dalam kalender event tingkat nasional,” katanya.
Ibnu menegaskan, upaya tersebut bukan semata-mata untuk menjadikan Baayun Maulid sebagai agenda pariwisata. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Banjar.
“Baayun Maulid ini merupakan tradisi khas Banjar, warisan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Jadi, nilai budaya dan sejarahnya harus terus kita jaga dan kita kenalkan,” jelasnya.
Tradisi Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah juga berkaitan dengan sejarah perkembangan Islam di Kalimantan Selatan. Berdasarkan penuturan Ketua Umum Masjid Sultan Suriansyah, keberadaan masjid tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah Raja Banjar dalam memperluas ajaran Islam di wilayah Banjar.
Dalam konteks tersebut, Baayun Maulid menjadi salah satu tradisi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hadir dan berkembangnya Islam di Kalimantan Selatan.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan, kita tidak bisa menerima semuanya karena keterbatasan tempat,” ungkapnya.
Kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya. Pemerintah dan panitia harapannya dapat memperluas ruang pelaksanaan agar jumlah peserta yang dapat mengikuti Baayun Maulid semakin banyak.
“Ini menjadi evaluasi kita ke depan. Kalau antusiasmenya terus meningkat, space-nya juga harus diperluas agar bisa menampung peserta sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.





