KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai membidik Taman Satwa Edukasi Jahri Saleh sebagai sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehari setelah peresmian pada Minggu (30/8/2026), Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) mulai memetakan potensi pendapatan dari kawasan tersebut.
Kepala Bidang Pendataan BPKPAD Kota Banjarmasin, Muhammad Syahid, mengatakan aktivitas di taman satwa membuka peluang penerimaan daerah melalui sejumlah retribusi.
“Sasaran kita salah satunya PAD di Taman Satwa Edukasi ini,” ungkap Syahid, Minggu (30/8/2026).
Potensi pendapatan tersebut antara lain berasal dari retribusi parkir, tiket masuk, hingga penggunaan wahana. Pemkot akan membagi pengelolaan retribusi sesuai kewenangan masing-masing SKPD.
“Retribusi parkir dari Dishub (Dinas Perhubungan) dan tarif masuk dari DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan),” ujarnya.
Meski begitu, BPKPAD belum menetapkan target PAD dari Taman Satwa Edukasi Jahri Saleh. Pemkot masih membahas regulasi dan tarif masuk kawasan serta tarif sejumlah wahana.
“Masih tahap pembahasan Perdanya karena nanti akan ditetapkan tarif masuk taman. Belum lagi tarif masuk wahana,” katanya.
Selain menyiapkan sumber penerimaan baru, Pemkot Banjarmasin juga mendorong digitalisasi transaksi di kawasan tersebut. Pembayaran tiket masuk dan retribusi parkir akan menggunakan QRIS yang terhubung dengan Bank Kalsel.
“Mungkin dalam persiapan lagi untuk penggunaan QRIS pada retribusi parkir atau masuk,” kata Syahid.
Menurutnya, digitalisasi transaksi dapat meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan pemerintah mengoptimalkan penerimaan retribusi daerah.
BPKPAD bersama Dinas Perhubungan juga mendorong juru parkir menggunakan QRIS pada titik-titik parkir.
“Kita sudah koordinasikan dengan Dishub untuk titik mana saja di Kota Banjarmasin mengenai retribusi parkir yang menggunakan QRIS saat pembayaran,” tuturnya.
Untuk meningkatkan penggunaan transaksi digital, BPKPAD menyiapkan program undian bagi juru parkir yang aktif menggunakan QRIS. Program tersebut berlangsung selama tiga bulan dengan total hadiah Rp120 juta dari Bank Indonesia.
“Di mana titik-titik parkir yang telah ditetapkan menggunakan QRIS akan kita undi. Masuknya lewat Bank Kalsel, di situ kita nilainya,” pungkasnya.





