KALSELMAJU.COM, PELAIHARI — Bupati Tanahlaut Rahmat Trianto turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Selasa (25/8/2026).
Kebakaran semak belukar tersebut dilaporkan muncul sekitar pukul 13.30 WITA. Tim gabungan kemudian bergerak cepat untuk mencegah api meluas ke permukiman dan lahan pertanian warga.
Petugas berhasil memadamkan kobaran api sekitar 30 menit setelah kebakaran muncul.
Sebelum menuju lokasi kebakaran, Rahmat mengecek kesiapan penanganan karhutla di Gedung Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanahlaut.
Ia memeriksa kesiapan armada, peralatan penanganan bencana serta kondisi personel yang akan bertugas di lapangan.
Setelah memastikan kesiapan tim, Rahmat langsung menuju lokasi kebakaran dan memantau proses pemadaman bersama petugas gabungan.
Penanganan karhutla melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, TNI, Polri, Manggala Agni, serta puluhan relawan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, karhutla telah terjadi di sekitar 130 titik dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 760 hektare.
Dari total luasan tersebut, petugas telah menangani sekitar 105 hektare. Namun, sejumlah lokasi masih belum dapat dijangkau karena kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan darat.
“Beberapa luasan memang belum terjangkau karena terkendala kondisi medan dan lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Rahmat saat meninjau penanganan karhutla.
Rahmat mengatakan sebaran titik api di Tanahlaut mulai menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memperkuat kesiapsiagaan selama musim kemarau.
“Sampai saat ini titik api di Tanahlaut sudah mulai menurun. Kami selaku pemerintah kabupaten senantiasa selalu siap siaga menghadapi karhutla,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api baru, terutama di wilayah yang rawan karhutla seperti Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang dan Panyipatan.
Rahmat mengingatkan warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
“Jaga lingkungan, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Tanahlaut adalah milik kita bersama,” tegasnya.





