KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin meminta program tukar sampah dengan sembako harus berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya saat kegiatan seremonial.
Ia menyampaikan itu saat membuka kegiatan Rimba Mart yang merupakan kolaborasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kehutanan Kalsel dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 provinsi.
“Saya mengingatkan agar upaya mengampanyekan pengelolaan sampah mulai dari lingkungan perkantoran pemerintah sendiri,” katanya.
“Jangan sampai kita menggaungkan tukar sampah dengan sembako, tetapi kantor kita sendiri masih banyak sampah. Lingkungan perkantoran harus menjadi prioritas dalam menjaga kebersihan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rahmat Prapto Udoyo tujuan utama program tersebut bukan sekadar menukarkan sampah dengan kebutuhan pokok. Melainkan membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila terkelola dengan baik.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana Kalsel menjadi bersih. Sampah bukan sesuatu yang berakhir begitu saja, tetapi bisa memiliki nilai manfaat melalui konsep ekonomi sirkular,” katanya.
Program tersebut bukan merupakan kegiatan baru karena selama ini telah rutin berjalan di sejumlah daerah seperti Banjarbaru, Banjarmasin, Banjar, hingga bekerja sama dengan berbagai komunitas dan perguruan tinggi.
Program Tukar Sampah Setiap Satu Hingga Dua Minggu
Pendanaan program berasal dari Bank Sampah Induk DLH Kalsel dengan memanfaatkan hasil pengelolaan sampah yang kemudian kembali menjadi bantuan sembako. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah pelaku usaha.
Program tukar sampah dengan sembako targetnya berlangsung setiap satu hingga dua minggu sekali, baik atas undangan pemerintah daerah, komunitas, maupun melalui kegiatan langsung oleh DLH.
Pada kegiatan kali ini, masyarakat dapat menukarkan sampah sesuai kriteria dengan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Jumlah sembako menyesuaikan dengan volume sampah yang terkumpul.
“Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut selama ini cukup tinggi. Bahkan, di sejumlah desa telah dibentuk kios bank sampah yang melayani penukaran sampah dengan sembako,” jelas Ramhat.
Bagi masyarakat yang ingin menukarkan sampah di luar pelaksanaan kegiatan, Rahmat memastikan layanan tersedia setiap hari di Kantor Bank Sampah Induk DLH Kalsel.





