KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Rumah dinas (rumdin) Wakil Wali Kota Banjarmasin di Jalan Jenderal Sudirman belum dapat ditempati meski pembangunan fisiknya telah selesai. Pemerintah Kota Banjarmasin masih melakukan sejumlah pekerjaan penyempurnaan sebelum bangunan tersebut berfungsi.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, mengatakan beberapa fasilitas di dalam rumah dinas masih dalam tahap perbaikan. Termasuk kamar mandi yang belum selesai pengerjaannya.
“Kamar mandinya belum selesai, jadi gimana mau menempatinya,” ujar Ananda, Sabtu (18/7/2026).
Selain pekerjaan perbaikan, proses pengisian furnitur juga masih berlangsung. Karena itu, rumah dinas yang mengusung arsitektur khas Banjar tersebut belum dapat difungsikan sebagai kediaman resmi.
“Kalau semuanya sudah selesai, Insya Allah secepatnya akan ditempati,” katanya.
Setelah Serah Terima Masih Ada Penyempurnaan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengatakan setelah proses serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ada sejumlah bagian bangunan yang masih memerlukan penyempurnaan.
Perbaikan meliputi atap yang mengalami kebocoran, plafon yang rusak, hingga penyelesaian fasilitas kamar mandi.
“Ada perbaikan seperti atap bocor, plafon jebol, dan kamar mandi. Itu setelah serah terima karena saat proses pengisian furnitur kondisi rumah masih kosong,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Banjarmasin masih menginventarisasi kebutuhan furnitur yang akan melengkapi rumah dinas tersebut. Pengadaan akan menyesuaikan dengan kebutuhan penghuni, namun tetap mengacu pada standar pemerintah.
“Standar saja. Kalau beliau ada kebutuhan tertentu, akan menyesuaikan selama masih sesuai standar pemerintah,” ujar Zazuli.
Ia berharap seluruh proses penyempurnaan dapat selesai tahun ini sehingga rumah dinas segera dapat berfungsi.
“Harapan kami tahun ini semuanya rampung sehingga Ibu Wakil Wali Kota sudah bisa menempati rumah dinas,” katanya.
Pembangunan rumah dinas tersebut berlangsung sejak 2024 dalam dua tahap dengan total anggaran sekitar Rp14 miliar, terdiri atas Rp5 miliar pada tahap pertama dan Rp9 miliar pada tahap kedua.
Mengusung perpaduan arsitektur Gajah Manyusu dan Balai Laki, bangunan itu harapannya menjadi kediaman resmi sekaligus etalase budaya Banjar yang mencerminkan identitas Kota Banjarmasin.





