KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang berakhir pada 18 Juni lalu. Meninggalkan ratusan kursi kosong di sejumlah SMP negeri Kota Banjarmasin. Beberapa sekolah terpaksa membuka pendaftaran gelombang tambahan secara offline, Kamis (25/6/2026).
SMPN 23 Banjarmasin menjadi salah satu sekolah yang masih membuka pendaftaran tambahan. Dari total kuota 224 siswa dalam tujuh rombongan belajar (rombel), hanya 197 siswa yang terdaftar sehingga masih menyisakan 27 kursi kosong.
Wakil Kesiswaan SMPN 23, Siti Salmiati, menjelaskan bahwa kondisi ini bukan hal baru . Karena hampir setiap tahun sekolahnya harus memperpanjang masa penerimaan siswa hingga pelaksanaan MPLS. Ia menilai minimnya pendaftar dipengaruhi banyaknya pilihan sekolah di kawasan tersebut, termasuk keberadaan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang membagi calon siswa.
Kondisi lebih berat dialami SMPN 10 Banjarmasin yang masih kekurangan 87 siswa dari total kuota 193 dalam tujuh rombel. Saat ini sudah terdapat 106 siswa yang melakukan daftar ulang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 10, Apriansyah, menjelaskan bahwa proses belajar mengajar tetap dapat berjalan. Jika lima rombel berhasil terisi.
Apriansyah mengakui jumlah pendaftar tahun ini lebih baik dari 2024 yang hanya mampu mengisi empat rombel. Rendahnya pendaftar karena kondisi demografis wilayah sekitar yang kebanyakan penduduk usia nonproduktif. Serta persaingan dengan SMPN 6 Banjarmasin sebagai sekolah favorit di kawasan yang sama.





