KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) menggelar sosialisasi akuntansi forensik berbasis whistleblowing system di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru, Kamis (18/6).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarbaru. Serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengenai peran akuntansi forensik dalam mendeteksi potensi kecurangan sejak dini.
Tim PDWA FEB ULM terdiri atas Syahrial Shaddiq, Ayu Oktaviani, M. Ihsanul Arief, Rahma Yuliani, Novika Rosari, Rusma Nailiah, dan Norlena, dengan Susi Apriana sebagai ketua tim.

Ketua Tim PDWA, Susi Apriana, mengatakan akuntansi forensik merupakan salah satu pendekatan preventif. Dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.
“Melalui kegiatan ini kami memberikan pengetahuan mengenai proses akuntansi forensik berbasis whistleblowing system. Sasarannya kepada SDM di Dinas Komunikasi dan Informatika dan perwakilan SKPD yang hadir,” ujarnya.
Menurut Susi, penerapan program bisa melalui sejumlah tahapan, mulai dari pelatihan, sosialisasi, monitoring hingga pendampingan. Dalam pelaksanaannya, pengelola website di masing-masing SKPD memiliki peran penting karena menjadi bagian dari sistem penerimaan dan tindak lanjut laporan apabila ada indikasi penyimpangan.
“Ketika mereka melihat adanya red flag, seperti kesempatan, tekanan, maupun rasionalisasi yang mengarah pada kecurangan, mereka dapat melaporkannya melalui kanal aplikasi LAPOR yang tersedia Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarbaru,” jelasnya.
Ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait pemahaman SDM terhadap konsep akuntansi forensik yang masih terbatas. Karena itu, penyampaian materi secara bertahap agar peserta dapat memahami fungsi dan manfaat penerapannya secara menyeluruh.
Susi menjelaskan Program Dosen Wajib Mengabdi merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat dan instansi yang memahami peran akuntansi forensik, sehingga upaya pencegahan korupsi semakin kuat,” katanya.
Ia berharap penguatan budaya pelaporan dan pencegahan kecurangan dapat berdampak pada peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Dengan berkurangnya korupsi, pendapatan asli daerah dapat meningkat dan manfaatnya kembali kepada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.





