KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mematangkan arah gerakan organisasi untuk periode 2026–2030. Melalui Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I bersamaan dengan Dialog Kebangsaan di Banjarbaru, Senin (15/6/2026).
Wakil Ketua Umum MUI, Marsudi Syuhud, membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta sekitar 500 peserta dari unsur MUI kabupaten/kota se-Kalsel.
Ketua MUI Kalsel, KH Ahmad Syairazi, menyebut Mukerda ini menjadi momentum penting. Untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun prioritas kerja organisasi ke depan.
Keberhasilan program MUI tidak hanya dari perencanaan, tetapi dari sejauh mana masayarakat merasakan manfaatnya. “Rumusan program harus terwujud dalam langkah nyata, sehingga benar-benar memberikan kemaslahatan bagi umat,” sebutnya.
MUI memiliki dua peran utama, yakni sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) dan Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah). Peran tersebut menjadi semakin penting di Kalsel yang memiliki karakter masyarakat religius.
Karenanya MUI harus terus hadir memberikan panduan dan solusi dalam berbagai bidang. Tidak hanya persoalan keagamaan, tetapi juga pendidikan, ekonomi syariah, ketahanan keluarga, sosial kemasyarakatan, hingga isu kebangsaan.
MUI Mitra Strategis Jaga Keharmonisan
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi peran MUI sebagai mitra strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, mengatakan ulama memiliki posisi penting. Dalam memperkuat persatuan, toleransi dan nilai kebangsaan.
Adi menilai tantangan masyarakat saat ini semakin beragam, terutama akibat derasnya arus informasi digital. Yang kerap memunculkan persoalan seperti hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang berpotensi memecah belah.
“Penguatan nilai kebangsaan harus terus berlangsung. Dialog seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat,” paparnya.
Hasil Mukerda MUI Kalsel harapannya mampu melahirkan program yang tidak hanya berfokus pada pembinaan umat. Tetapi juga menjawab berbagai persoalan daerah.
Beberapa isu yang dinilai membutuhkan sinergi bersama antara lain peningkatan kualitas pendidikan, pencegahan stunting, pemberantasan narkotika, pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, hingga menjaga kelestarian lingkungan.





