Terdampak Proyek NUFReP, Lapangan Basket Ikonik di Siring Banjarmasin Ditutup Sementara

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pembangunan pintu air dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di kawasan Siring Pierre Tendean mulai berdampak pada sejumlah fasilitas publik. Salah satunya lapangan basket di dekat Patung Bekantan yang untuk sementara tidak dapat digunakan masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan sebagian area lapangan basket kini untuk mendukung pekerjaan proyek yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Menurutnya, sekitar separuh lapangan jadi lokasi penempatan material konstruksi dan alat berat.

“Dalam surat permohonan dari BWS memang terdapat pemanfaatan lapangan basket. Sebagian area untuk menempatkan tiang dan material proyek karena pekerjaan membutuhkan crane. Sementara di lokasi tersebut tidak tersedia ruang lain yang memadai,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Meski penggunaan area hanya sebagian, Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan menutup sementara seluruh lapangan basket demi alasan keselamatan.

“Kalau tetap buka, risikonya cukup besar. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat maupun atlet. Selama alat berat dan material proyek masih berada di sana,” kata Sabil.

Ia menjelaskan penggunaan fasilitas tersebut telah melalui prosedur resmi setelah BWS Kalimantan III mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

Dinas juga terus memantau kondisi fasilitas yang terdampak selama proyek berlangsung. Pihak kontraktor dan instansi terkait, lanjutnya, telah berkomitmen memperbaiki serta mengembalikan kondisi lapangan setelah pekerjaan selesai.

“Setelah pekerjaan selesai, lapangan akan dipulihkan sehingga dapat kembali dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain pemulihan lapangan basket, Pemkot Banjarmasin juga menyiapkan sejumlah rencana penataan kawasan Siring Pierre Tendean. Program tersebut meliputi pembenahan area sekitar Patung Bekantan hingga revitalisasi air mancur yang menjadi salah satu ikon wisata kota.

Ke depan, air mancur tersebut rencananya akan beroperasi secara otomatis. Dengan jadwal pertunjukan yang teratur sehingga dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat dan wisatawan.

“Kami ingin air mancur bisa berjalan otomatis. Masyarakat maupun wisatawan nantinya dapat mengetahui jadwal operasional dan pola pancuran yang ditampilkan sehingga kawasan ini menjadi lebih hidup dan menarik,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today