Tembus Rp17.000 per Liter, Warga Banjarmasin Menjerit: BBM Non Subsidi Dinilai “Tak Lagi Worth It”

oleh
Pengendara Antri Bahan Bakar Minyak
Suasana Antrian di salah satu SPBU di Banjarmasin - foto :tiwi/kalselmaju.com
Spread the love

KALSELMAJU.COM, Banjarmasin – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali memicu keluhan warga di Kota Banjarmasin. Harga Pertamax yang menembus Rp16.250 per liter hingga Pertamax Green yang mencapai Rp17.000 per liter membuat sebagian masyarakat memilih beralih ke BBM bersubsidi.

Akibatnya, antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banjarmasin untuk Pertalite tampak semakin panjang, terutama kendaraan roda dua. Lonjakan antrean ini terjadi setelah penyesuaian harga BBM yang diberlakukan sejak 10 Juni 2026 oleh Pertamina Patra Niaga.

Sejumlah warga mengaku terpaksa mengubah pilihan bahan bakar demi menekan biaya operasional harian.

Arie (31), warga Banjarmasin, mengatakan dirinya kini ikut mengantre Pertalite setelah sebelumnya rutin menggunakan Pertamax.

“Sekarang antre Pertalite karena Pertamax sudah Rp16 ribu lebih. Itu sudah tidak worth it lagi, apalagi kami bekerja di lapangan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Robi, seorang pengemudi ojek daring (ojol). Ia menyebut penggunaan Pertamax kini terlalu membebani pengeluaran harian, sehingga beralih ke Pertalite menjadi pilihan paling realistis.

“Saya dulu menggunakan Pertamax, tidak perlu antre, dan mesin juga terasa lebih dingin. Namun sekarang sudah berat di biaya,” katanya.

Menanggapi penyesuaian harga tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan mengikuti mekanisme evaluasi berkala.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta kondisi keekonomian.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green melalui proses evaluasi sesuai formula harga beserta keputusan dengan koordinasi bersama regulator yakni Pemerintah,” ujarnya.

Roberth menambahkan, perusahaan memastikan ketersediaan BBM tetap aman di seluruh jaringan SPBU serta menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan BioSolar bertahan di Rp6.800 per liter.

Daftar harga BBM per 10 Juni 2026 di SPBU:

Pertamax Series

  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter (tetap)

Dex Series

  • Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter (tetap)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter (tetap)

Kenaikan harga ini membuat sebagian warga kembali mempertimbangkan ulang pilihan bahan bakar di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat.han bahan bakar mereka, di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat.

Visited 1 times, 1 visit(s) today