KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) resmi membatalkan pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra Popnas) tahun 2026. Kebijakan tersebut sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran nasional.
Meski demikian, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Ajang tersebut akan fokusnya sebagai sarana pembinaan dan pengembangan atlet pelajar daerah menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2027.
Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan pihaknya telah menerima surat resmi pembatalan Pra Popnas dari Kemenpora. Namun, hal itu tidak memengaruhi agenda pembinaan olahraga pelajar di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, Popda tetap penting karena banyak atlet pelajar yang selama ini telah menjalani proses latihan dan persiapan secara intensif. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding.
“Walaupun Pra Popnas batal, kami tetap melaksanakan Popda 2026 sebagai bagian dari pembinaan atlet pelajar yang selama ini sudah melakukan persiapan. Ini menjadi wadah bagi mereka untuk kembali mengasah kemampuan,” ujar Rijal Hamid.
Ia menjelaskan, pembatalan Pra Popnas tidak berdampak terhadap kesiapan pelaksanaan Popda di daerah. Pihaknya tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga usia pelajar agar regenerasi atlet tetap berjalan.
Sebelumnya, Pra Popnas 2026 jadwalnya berlangsung di Semarang pada September mendatang. Namun, agenda tersebut resmi batal menyusul kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Selain membatalkan Pra Popnas, Kemenpora juga menghentikan sementara program pembinaan melalui Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (Spobnas) di seluruh provinsi. Seluruh pengelola Spobnas daerah diminta melakukan peninjauan kembali terhadap Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun sebelumnya.
Dispora Kalsel berharap, meskipun terdapat penyesuaian kebijakan di tingkat nasional, semangat pembinaan atlet pelajar di daerah tetap dapat berjalan optimal demi menjaga prestasi olahraga Kalimantan Selatan di masa mendatang.





