KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Kawasan Tahura Sultan Adam menerima kunjungan tim gemologi internasional dari Prancis dan Australia pada Jumat lalu. Kunjungan ini bertujuan meninjau potensi geowisata di wilayah Geopark Meratus sebagai salah satu destinasi unggulan berbasis konservasi.
Rombongan memulai kegiatan di kawasan Mandiangin dengan mengikuti pemaparan mengenai kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta pengelolaan kawasan berbasis konservasi.
Berikutnya pemutaran video profil di Geo Theater untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi dan pengelolaan Tahura Sultan Adam.
Selanjutnya, tim meninjau area konservasi anggrek dan lokasi habituasi satwa. Dalam kunjungan tersebut, pengelola Tahura Sultan Adam menunjukkan berbagai upaya pelestarian flora dan fauna khas Kalimantan yang terus berjalan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat fungsi edukasi bagi pengunjung,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra.
Perjalanan berlanjut menuju situs geologi Batu Serpentinit Sisik Ular yang memiliki keunikan tekstur serta nilai ilmiah tinggi. Lokasi ini memiliki potensi besar untuk pengembangan geowisata berbasis penelitian dan edukasi.
Dalam hal ini, sebagai penutup kunjungan di kawasan Pesanggrahan Belanda yang menyajikan perpaduan nilai sejarah dan panorama alam. Keberadaan situs ini mampu memperkaya pengalaman wisata berbasis konservasi di dalam kawasan Tahura Sultan Adam.
Tim gemologi internasional juga menyampaikan kesan positif terhadap keindahan kawasan serta pengelolaannya yang baik dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Semoga kunjungan ini dapat semakin memperkuat posisi Tahura Sultan Adam dalam mendukung pengembangan Geopark Meratus sekaligus mendorong upaya pelestarian hutan secara berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” harap Aya –sapaan karib kadishut.





