Hadirkan Olahraga Alternatif Cegah Tawuran Remaja, Komunitas “Betampar Besipak”

oleh
Komunitas anak muda di Banjarmasin Barat menghadirkan kegiatan alternatif Betampar Besipak. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Komunitas anak muda di Banjarmasin Barat menghadirkan sebuah kegiatan alternatif. Bertajuk Betampar Besipak, yang menjadi wadah penyaluran emosi secara positif guna mencegah aksi tawuran di jalanan. Kegiatan ini bukan ajang kompetisi ataupun mencari juara, melainkan sarana silaturahmi dengan konsep sparing terkontrol.

Sejak pertama kali berlangsung pada 16 Agustus 2025. Betampar Besipak kini telah memasuki series ke-11 dengan jumlah peserta yang terus meningkat. Pada pelaksanaan terbaru, 200 peserta mengikuti kegiatan ini. Bahkan menarik perhatian penonton melalui siaran langsung di media sosial.

Bahkan baru baru ini, kegiatan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan.

Founder Betampar Besipak, Azhar, menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk mengalihkan potensi konflik. Di kalangan remaja ke ruang yang lebih aman dan terkontrol.

“Tujuannya sederhana, menyalurkan emosi agar tidak berujung tawuran. Dari yang awalnya bermusuhan, setelah sparing justru bisa jadi kawan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta menjalani sparing selama dua ronde, masing-masing berdurasi satu menit. Di atas matras dengan perlengkapan pelindung lengkap seperti headgear, pelindung badan, sarung tinju, dan pelindung kemaluan. Usai bertanding, peserta harus berpelukan sebagai simbol perdamaian.

Panitia juga menerapkan aturan ketat, seperti larangan menyerang bagian kepala dengan tendangan, pukulan ke area vital, penggunaan siku dan lutut. Serta teknik bantingan. Selain itu, peserta tidak boleh dalam kondisi mabuk, membawa atribut provokatif, maupun memicu keributan.

“Kami juga siapkan tim medis dan wasit yang mengawasi jalannya sparing. Langsung menghentikan pertandingan jika ada yang bermain kasar,” tambah Azhar.

Selama 11 series pelaksanaan, panitia mencatat tidak ada cedera serius yang terjadi.

Hal ini didukung dengan durasi pertandingan yang singkat, pengawasan ketat. Serta kewajiban surat pernyataan dan izin orang tua, khususnya bagi peserta di bawah usia 17 tahun.

70 Persen Dukung Positif Kegiatan Betampar Besipak

Kegiatan ini mendapat respons beragam dari masyarakat. Sekitar 70 persen memberikan dukungan positif karena mampu menekan angka tawuran serta menjadi wadah aman bagi remaja. Bahkan, sejumlah orang tua dan aparat turut memberikan dukungan, termasuk kehadiran kepala daerah dalam beberapa kesempatan.

Namun, sebagian masyarakat lainnya masih menyimpan kekhawatiran. Mereka menilai kegiatan ini berpotensi menjadi ajang unjuk kekuatan dan menimbulkan risiko cedera. Meski demikian, kekhawatiran tersebut perlahan mereda seiring konsistensi panitia dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Awalnya banyak yang ragu, sekarang justru ada orang tua yang menitipkan anaknya ikut karena melihat kegiatan ini tertib dan aman,” ungkap Azhar.

Betampar Besipak juga mengusung misi sosial, di antaranya mencegah penyalahgunaan narkoba, mempererat silaturahmi, serta membangun karakter disiplin dan tanggung jawab di kalangan generasi muda.

Ke depan, komunitas ini menargetkan terciptanya nol tawuran di Banjarmasin, memperluas jangkauan peserta dari berbagai latar belakang, serta menjadi percontohan nasional sebagai wadah pembinaan anak muda yang aman dan tertib.

“Harapan kami, anak muda bisa punya ruang berkumpul yang positif. Sparing boleh, tapi tawuran, narkoba, dan mabuk harus ditolak,” tegas Azhar.

Dengan konsep “berantem di matras, bersaudara di luar”, Betampar Besipak diharapkan mampu menjadi solusi alternatif dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekaligus membangun solidaritas di kalangan generasi muda.

Visited 1 times, 1 visit(s) today