KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Industri tata rias pengantin di Tanahlaut kini memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Harpi “Melati” Tanahlaut resmi melantik kepengurusan periode 2025–2030, Jumat (21/11/2025).
Ketua DPD Harpi Melati Kalsel, Hj. Henny Rusilawati, melantik langsung pengurusnya. Ketua TP PKK Tanahlaut, Hj. Dian Rahmat Trianto melangsungkan prosesi pengukuhan. Momen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi besar para perias se-Tanahlaut.
Dalam sambutannya, Hj. Dian menegaskan peran penting Harpi Melati sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
“Harpi Melati bukan hanya organisasi rias pengantin. Organisasi ini juga penjaga warisan budaya Nusantara melalui tata rias pakem adat, seperti Banjar, Jawa, Dayak, hingga adat dari berbagai daerah lainnya. Ini sekaligus menggerakkan ekonomi sosial masyarakat,” ujarnya.
Dukungan datang mulai dari Pemerintah Daerah yang memfasilitasi sarana. Selain itu, juga pelaku usaha lokal seperti Mazaya Wedding Salon & Catering, Pia Wedding, Razza Salon, Zia Make Up, Erni Wedding, Supma Wedding, Sanggarluh Wela Wedding, serta seluruh anggota Harpi Melati.
Ketua DPC Harpi Melati Tanahlaut periode 2025–2030, Erovia, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi lebih progresif. Namun, dia juga fokus agar Harpi Melati memiliki daya saing, sekaligus mengangkat rias adat lokal ke kancah global.
“Izinkan saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus sebelumnya yang telah membangun Harpi Melati dengan dedikasi dan kreativitas. Kerja keras mereka menjadi fondasi kokoh bagi kami untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Ia menilai berbagai program, pelatihan, serta uji kompetensi yang berjalan sebelumnya telah memperkuat citra Harpi Melati. Harpi Melati kini menjadi organisasi profesional di bidang tata rias pengantin.
Meski menyadari tanggung jawab yang diemban tidak ringan, Erovia optimistis mampu membawa Harpi Melati Tanahlaut lebih maju. Kesuksesan ini bisa diraih dengan dukungan seluruh anggota dan senior organisasi.
“Mari kita jadikan periode 2025–2030 sebagai momentum untuk bergerak lebih progresif, kreatif, dan bermanfaat. Kita angkat rias adat bukan hanya sebagai identitas budaya, tetapi sebagai daya saing di tingkat nasional hingga global,” tegasnya.





