KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin terus mengalami lonjakan signifikan sejak Agustus 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Buletin Mingguan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, jumlah kasus ISPA meningkat tajam. Angka tersebut naik dari 1.016 kasus pada minggu ke-36 menjadi 1.403 kasus di minggu ke-37.
Kenaikan belum berhenti di situ — angka ini kembali melonjak hingga mencapai 1.700 kasus pada minggu ke-38.
Merespons kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin telah mengeluarkan Surat Edaran Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Terhadap Peningkatan Kasus ISPA. Surat ini berlaku mulai 29 September 2025.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, memastikan agar seluruh fasilitas kesehatan untuk bersiaga. Ini mencakup rumah sakit dan puskesmas, guna menghadapi kemungkinan peningkatan pasien.
“Kami sudah menginstruksikan faskes untuk tidak hanya siap secara layanan, tetapi juga aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Upaya promotif dan preventif sangat penting dalam kondisi seperti ini,” ujar Ramadhan.
Ramadhan juga mwnghimbau agar masyarakat bisa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta aktif menjaga kesehatan lingkungan.
Dimana edukasi dan penyebaran informasi diharapkan bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam mengendalikan penyebaran ISPA di lingkungannya.
Selain itu lanjutnya bagi warga yang sudah mengalami gejala ISPA, Ramadhan menyarankan perawatan mandiri di rumah sebagai langkah awal.
Ia menyebut istirahat cukup, konsumsi cairan seperti air putih, jus, atau sup hangat, serta asupan makanan bergizi merupakan kunci. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh.
“Jaga kebersihan, selalu gunakan tisu saat batuk atau bersin, dan buang tisu ke tempat sampah tertutup. Jangan lupa gunakan masker saat keluar rumah, terutama di tengah musim pancaroba seperti sekarang,” pesannya.
Jika kondisi, kata dia, tidak membaik setelah perawatan mandiri, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan masker, bukan hanya bagi yang sedang sakit, tapi juga masyarakat umum sebagai langkah pencegahan.
“Sesuai arahan Kementerian Kesehatan, penggunaan masker di tempat umum tetap dianjurkan. Hal ini mengingat tingginya risiko penularan ISPA di musim pancaroba ini,” akhirnya.





