KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Akses jalan titian yang menjadi jalur mobilitas masyarakat di Kampung Hijau Banjarmasin ambruk, Rabu (06/07) kemaren. Sepanjang 80 meter titian yang sudah lama menjadi keluhan warga itu amblas ke dasar sungai.
Tidak hanya memutus jalur transportasi warga, tetapi juga nyaris membuat rumah-rumah di bantaran sungai ambles.
Damayanti, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarmasin, menjelaskan bahwa perbaikan sebelumnya hanya menarget pada segmen sepanjang 68 meter di sisi lainnya. Namun, pasca ambruk, kerusakan meluas lebih jauh dari perkiraan awal.
“Perbaikan akan dilakukan sesuai dengan APBD murni yang dimiliki Dinas PUPR,” ujarnya, usai memantau langsung, Rabu (6/8/2025) malam.
Ia bilang pihaknya akan kembali mendata kondisi eksisting untuk menghitung kebutuhan biaya perbaikan. Saat ini, estimasi sementara untuk beberapa lokasi perbaikan mencapai Rp2 miliar lebih.
Menurut Damayanti, ambruknya titian karena kondisi struktur yang sudah miring dan abrasi arus sungai.
“Pengerjaan sebelumnya hanya memotong bagian atas titian, belum sampai ke bagian bawah. Bagian bawah yang runtuh ini kemungkinan menggantung, ditambah aktivitas warga di atasnya dan gerakan air di bawah, sehingga menyebabkan ambruk,” jelasnya.
Sebagai langkah darurat, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, lanjutnya akan membuat akses sementara untuk dua rumah yang kini terisolir.
Selain itu, dinas juga akan memasang penerangan umum di jalan darurat yang melewati area kuburan, agar warga tetap bisa beraktivitas.
Dampak dari ambruknya titian ini berdampak bagi delapan rumah, enam di antaranya pemilik rumah masih bisa mengakses, sedangkan dua rumah lainnya kini benar-benar terisolasi.





