KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Koperasi Merah Putih. Program ini sebagai strategi baru dalam menghadapi inflasi dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Tiga koperasi pertama yang menjadi proyek percontohan hadir di Kelurahan Telawang, Basirih, dan Kuin Cerucuk.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR langsung meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Telawang, Senin (21/7).
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pemangku kepentingan dari sektor ekonomi dan koperasi.
“Koperasi Merah Putih ini kita harapkan menjadi mitra Pemko dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Selain itu, menjadi tulang punggung ekonomi rakyat di tengah tantangan ketahanan pangan dan inflasi yang terus berubah,” ujar Wali Kota Yamin.
Program ini untuk menghadirkan akses bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Koperasi akan menjual kebutuhan harian di bawah harga pasar. Harapannya, hal ini mampu meringankan beban ekonomi warga, terutama di tengah naik-turunnya harga pangan.
Lebih dari sekadar tempat jual-beli, Koperasi Merah Putih juga sebagai wadah gotong royong ekonomi berbasis komunitas.
Wali Kota Yamin juga mengajak masyarakat untuk aktif bergabung sebagai anggota. Tujuannya adalah guna memperoleh manfaat langsung seperti pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) dan akses terhadap program-program pemberdayaan ekonomi lainnya.
“Koperasi bukan hanya tempat transaksi, tapi rumah bersama untuk membangun kemandirian ekonomi. Kalau semua warga jadi anggota, maka yang untung adalah masyarakat sendiri,” jelasnya.
Yamin juga menyampaikan pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja akan mengawal penuh pelaksanaan koperasi. Mereka juga akan mengawasi pengembangan koperasi.
Warga Antusias Jadi Anggota Koperasi
Sementara itu menurut Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Telawang, Hamdani, bahkan sebelum diresmikan, koperasi ini telah menarik minat sekitar 100 hingga 200 warga. Warga tersebut siap menjadi anggota.
“Cukup dengan iuran keanggotaan sebesar Rp100 ribu, warga sudah bisa bergabung dan langsung mendapatkan manfaat. Biaya ini menjadi modal awal koperasi dan bentuk komitmen untuk membangun koperasi yang sehat dan mandiri,” jelas Hamdani.
Dengan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Koperasi Merah Putih harapannya bisa menjadi model pengembangan ekonomi lokal. Koperasi ini bisa jadi percontohan di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.





