KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperluas upaya pengelolaan sampah kota. Terutama sampah yang berasal dari limbah organik lantaran mendominasi komposisi volume hingga mencapai 55 persen.
Pemko telah melaporkan data ini ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan mendapat perhatian khusus dari Menteri LHK yang mendorong penyelesaian sampah organik sebagai langkah awal penanganan sampah secara menyeluruh di Kota Seribu Sungai.
“Kalau kita sudah bisa menangani sampah organik ini, berarti kita sudah bisa menyelesaikan lebih dari separuh persoalan sampah di kota ini. Sisanya tinggal penanganan sampah plastik dan campuran,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Alive Yosfah Love, Minggu (20/7/2025).
Salah satu program unggulan yang mendapat respon tinggi dari warga adalah penukaran sampah dengan sembako.
Alive menyebut, antusiasme masyarakat sangat besar, sehingga Pemko berencana memperluas cakupan program ini ke seluruh kecamatan dan kelurahan.
“Rencananya akan kita jadwalkan rutin di setiap kecamatan dan kelurahan. Dengan begitu, kesadaran masyarakat soal pemilahan sampah bisa semakin meningkat,” jelasnya.
Saat ini, jumlah timbulan sampah di Kota Banjarmasin masih berada di angka sekitar 4.891 ton per bulan.
Namun begitu, tren positif mulai terlihat, di mana volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menunjukkan penurunan.
Alive mencatat, penanganan sampah kota telah mencapai sekitar 18 persen. Meski masih terdapat sampah yang belum tertangani. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
“Penurunan volume sampah di TPS menunjukkan ada perubahan perilaku masyarakat. Kami optimistis, dengan dukungan penuh dari warga, program pengurangan sampah berbasis partisipasi bisa semakin optimal,” pungkas Alive.





