KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan bersama UPTD Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) terus mendorong inovasi sektor perikanan. Salah satu langkah strategisnya adalah mengembangkan produk albumin dari ikan patin, yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan pengembangan dari uji coba sebelumnya yang menggunakan ikan gabus (haruan) sebagai bahan baku utama.
“Kini, uji coba diperluas dengan memanfaatkan ikan patin sebagai alternatif bahan baku albumin. Pasokannya melimpah di Kalimantan Selatan, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan,” ujar Rusdi, Selasa (8/7/2025).
Rusdi berharap program ini bisa mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha pengolahan skala kecil di daerah. Dengan demikian, pengembangan albumin bisa berjalan secara berkelanjutan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat perikanan lokal.
“Kami ingin produk olahan perikanan lokal memiliki nilai tambah tinggi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Apa Itu Albumin?
Albumin adalah protein utama dalam plasma darah manusia, membentuk sekitar 60 persen dari total protein plasma. Dalam dunia medis, albumin terkenal karena manfaatnya, antara lain:
- Mempercepat regenerasi jaringan dan penyembuhan pascaoperasi
- Mengatasi kondisi hipoalbuminemia (kekurangan albumin)
- Mendukung perawatan kecantikan dan kesehatan sel tubuh
Selama ini, produk albumin banyak diperoleh dari plasma darah manusia (Human Serum Albumin/ HSA). Namun berkat kemajuan teknologi, kini albumin juga bisa mengekstraksinya dari sumber protein hewani, seperti ikan gabus dan ikan patin.
Kalsel dikenal sebagai salah satu daerah dengan pasokan ikan patin melimpah. Ini menjadikan provinsi ini sangat ideal untuk pengembangan albumin berbasis perikanan.
Selain menambah nilai jual produk perikanan, inisiatif ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan impor, menciptakan lapangan kerja baru. Serta mampu mendorong hilirisasi hasil perikanan lokal.





