KALSELMAJU.COM, MARABAHAN – Helikopter water bombing jenis Eurocopter EC225LP Super Puma dengan registrasi VH-HGM jatuh di Sungai Barito, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Minggu (8/11). Insiden terjadi saat helikopter menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Beruntung, tiga orang kru yang berada di dalam helikopter tersebut berhasil selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi ketika helikopter mengambil air menggunakan bambi bucket tersebut.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di sejumlah grup WhatsApp, helikopter terlihat kehilangan kendali saat melakukan manuver setelah mengambil air dari Sungai Barito. Helikopter kemudian jatuh ke sungai.
Helikopter dengan nomor seri MSN 2878 itu membawa tiga kru penerbangan. Laporan awal yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh kru selamat dari insiden tersebut.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan terkait kecelakaan helikopter tersebut. Sementara itu, tim di lapangan masih bersiaga untuk menangani situasi sekaligus mengumpulkan informasi mengenai kejadian.
BNPB menyatakan kronologi lengkap dan penyebab jatuhnya helikopter masih dalam proses penyusunan laporan.
“Kami menyatakan laporan lengkap mengenai kronologi kejadian serta penyebab jatuhnya helikopter masih dalam proses penyusunan,” demikian pernyataan tertulis BNPB.
Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya helikopter water bombing VH-HGM di Sungai Barito belum diketahui. Tim terkait masih mengumpulkan informasi untuk memastikan rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.





