Tampilkan Mobil Hias “Be Arak Naga”, Kalsel Ikuti Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan di Samarinda

oleh
Parade mobil hias dengan tema "Be Arak Naga" ditampilkan Kalsel pada parade pembukaan Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan di Samarinda. Foto : istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, SAMARINDA – UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti kegiatan Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan IV Tahun 2026. Yang berlangsung di UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, pada tanggal 12 sampai dengan 14 Oktober 2026.

Kegiatan dengan peserta lima provinsi di Kalimantan serta Kabupaten Kutai Barat, ini. Merupakan ajang silaturahmi, pertukaran wawasan, dan apresiasi seni budaya daerah. Rangkaian kegiatan berlangsung tanggal 12-14 Oktober 2026.

Parade mobil hias dari para peserta mengawali kegiatan ini. Sebagai peserta, Kalsel menampilkan mobil hias dengan tema “Be Arak Naga”. Tradisi mengarak pengantin dengan ornamen kepala naga khas Kalimantan Selatan. Penampilan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan kekayaan tradisi dan identitas budaya Banjar kepada masyarakat serta peserta dari berbagai daerah di Kalimantan.

Dalam hal ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga Taman Budaya se-Kalimantan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya daerah.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menjelaskan kkehadiran pihaknya sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan kerja sama serta pengembangan seni budaya regional.”Pada kesempatan Temu Karya Taman Budaya Regional kami perwakilan Kalsel juga menampilkan kesenian khas daerah,” katanya.

Pembukaan Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan IV Tahun 2026 berlangsung tanggal 12 malam. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, membuka kegiatan secara resmi yang sekilagus menyerahkan cindera mata kepada para kepala Taman Budaya yang hadir.

“Rangkaian selanjutnya tanggal 13 Oktober malam Kalsel menampilkan pertunjukan seni tari berjudul “Karam”. Oleh Yayasan Sanggar Air, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Amuntai,” tambah Rizal.

Keikutsertaan sanggar dari Kalimantan Selatan juga merupakan wujud pelestarian, pengembangan, dan promosi seni tari daerah. Sekaligus memperkenalkan kreativitas seniman lokal kepada masyarakat dan peserta dari provinsi lain di Kalimantan

Visited 1 times, 1 visit(s) today