KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) mendapat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari utusan Markas Besar (Mabes) TNI.
Edukasi tersebut berlangsung dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula Rektorat Uniska MAB, Rabu (9/9/2026).
Dalam kegiatan hadir Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Brigjen TNI Subagyo W.G. bersama Perwira Staf Ahli Tingkat II Pengawasan Asia Pasifik Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Marsekal Pertama TNI Soegeng Ryady. Staf Ahli Kasad Brigjen TNI Herry, Mabesad Kolonel Inf Akbar, serta Komandan Kodim (Dandim) 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Slamet Riyadi, S.E.
Brigjen TNI Subagyo W.G. mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah mencegah karhutla.
Menurutnya, edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat dapat menjadi langkah sederhana dengan dampak luas.
“Harapannya mereka bisa berperan dan ambil bagian dalam upaya bersama untuk melakukan pencegahan, kepada teman dan masyarakat agar tidak membakar lahan, hingga paham cara pencegahannya, agar tentunya karhutla ini tidak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya usai kegiatan.
Subagyo menegaskan pencegahan harus dilakukan sebelum api muncul. Salah satunya dengan menghilangkan unsur yang dapat memicu dan memperluas kebakaran.
“Harapannya bisa disebarkan, kita bisa melakukan pencegahan kebakaran dengan menghilangkan salah satunya, baik pemicu apinya ataupun media yang mudah terbakar,” tambahnya.
Edukasi tersebut menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai perpanjangan tangan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pencegahan karhutla.
Sementara itu, Marsekal Pertama TNI Soegeng Ryady mengatakan keterlibatan TNI dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tugas. Dan harus berjalan berdasarkan perintah Panglima TNI atas instruksi Presiden untuk menangani karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Namun, menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan sesuai peran dan kapasitas masing-masing.
“Kita semua sebagai warga negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara berdasarkan UUD 1945 Pasal 30, dalam bentuk bela negara tanpa harus angkat senjata, namun dengan peran dan kapasitas masing-masing. Salah satunya tentu menjaga lingkungan dari karhutla yang berakibat bencana,” jelasnya.
Pengetahuan tersebut harapannya tidak berhenti di ruang aula. Mahasiswa yang nantinya berinteraksi dengan masyarakat bisa ikut menyebarkan edukasi pencegahan karhutla melalui lingkungan masing-masing.
Wakil Rektor III Uniska MAB, Assoc. Prof. Dr. Didi Susanto, S.Sos., M.I.Kom., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut.
Menurutnya, materi yang diberikan TNI sejalan dengan upaya kampus membangun karakter mahasiswa sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita memang fokus pada isu, disiplin, serta budaya menjaga lingkungan. Untuk itu, materi bela negara yang disampaikan para TNI ini selaras dengan tujuan kita untuk dapat menguatkan karakter dan budaya menjaga lingkungan, terlebih dari bahaya karhutla,” pungkasnya.





