KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Mengutip dari https://ensiklopediabudaya.kalselprov.go.id, Kelenteng Karta Raharja atau Kelenteng Po An Kiong merupakan salah satu bangunan keagamaan bersejarah di Kota Banjarmasin dan termasuk kelenteng tertua di Kalimantan Selatan. Kelenteng ini berada di kawasan perdagangan Jalan Niaga, Banjarmasin Tengah, sehingga masyarakat juga mengenalnya dengan sebutan Tempekong Pasar.
Kelenteng Karta Raharja merupakan tempat ibadah masyarakat yang menjalankan tradisi Tri Dharma, serta menjadi bagian dari sejarah perkembangan komunitas Tionghoa di Kota Banjarmasin.
Keberadaannya memperlihatkan hubungan antara perkembangan kawasan perdagangan, komunitas Tionghoa, kehidupan keagamaan, dan perkembangan Kota Banjarmasin sebagai kota sungai dan perdagangan.
Kelenteng Karta Raharja diperkirakan dibangun sekitar 1898. Sumber sejarah menyebut pembangunan kelenteng berkaitan dengan dua tokoh asal Tiongkok, The Sin Yoe dan Ang Lin Thay, yang pada awalnya datang ke Indonesia untuk berdagang dan kemudian menetap di Banjarmasin.
Setelah menetap di Banjarmasin, keduanya disebut membangun tempat ibadah bagi komunitas Tionghoa. Mereka juga membawa arsitek dari Tiongkok untuk membangun Kelenteng Po An Kiong.
Bangunan awal kelenteng berada di kawasan tepi Sungai Martapura, di sekitar kawasan perdagangan lama Banjarmasin. Dalam perkembangannya, kelenteng mengalami kebakaran pada 1914. Setelah peristiwa tersebut, lokasi kelenteng dipindahkan ke kawasan yang sekarang berada di sekitar Jalan Niaga dan Jalan Brigjen Katamso.
Lokasi baru tersebut kemudian menjadi bagian dari kawasan perdagangan yang ramai. Karena berada di tengah kawasan pasar, kelenteng memperoleh sebutan populer Tempekong Pasar.
Kelenteng juga menjadi bagian dari sejarah sosial Kota Banjarmasin. Dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 31 Maret 1997, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk beberapa jendela. Pada saat itu, kelenteng juga menjadi tempat masyarakat dan umat berkumpul untuk berdoa serta berlindung.
Hingga sekarang, Kelenteng Karta Raharja masih menjadi tempat ibadah dan menjadi salah satu penanda penting keberadaan komunitas Tionghoa dalam sejarah perkembangan Kota Banjarmasin.
Informasi Singkat
- Status Penetapan :Kabupaten/Kota
- Jenis : Bangunan
- Lokasi : Kota Banjarmasin
- Tahun Penetapan : 2025
- Kondisi : Baik





