KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin mengalami krisis pendaftar baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hingga penutupan pendaftaran pada 27 Juni 2026, sekolah ini hanya menerima satu calon siswa melalui jalur domisili, jauh dari kuota yang disediakan sebanyak 28 siswa.
Pelaksana Tugas Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim, menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa sekolah memperpanjang masa SPMB 2026 melalui jalur offline, Selasa (30/6/2026).
“Baru satu pendaftar, makanya pendaftaran siswa baru kami perpanjang secara offline,” ujarnya.
Arif menerangkan bahwa kekurangan siswa bukan kali pertama terjadi. Pada 2025, sekolah ini juga hanya memperoleh enam siswa baru meski telah memperpanjang masa pendaftaran. Rendahnya minat karena letak sekolah yang berdekatan dengan sejumlah SD negeri lain, termasuk SDN Teluk Dalam 9 yang berdampingan langsung.
Selain persaingan antarsekolah, perubahan demografi turut menjadi penyebab.
“Meski kawasan ini padat penduduk, banyak warganya sudah bukan usia produktif sehingga jumlah anak usia sekolah semakin sedikit,” ujarnya.
Banyak keluarga muda juga memilih tinggal di kawasan pinggiran Banjarmasin setelah memiliki rumah melalui program KPR.
Pihak sekolah tetap optimistis kuota terpenuhi melalui limpahan siswa dari sekolah lain yang sudah penuh. Saat ini jumlah seluruh siswa di SDN Teluk Dalam 10 hanya sekitar 20 orang. Arif memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski kuota tidak tercapai, dan pihaknya belum menerima informasi terkait rencana regrouping sekolah dari Dinas Pendidikan.





