KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin tetap menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP secara serentak, meski program tersebut tidak bersifat wajib secara nasional.
Pemkot bahkan mewajibkan seluruh sekolah untuk mengikuti ujian berbasis digital tersebut.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan pentingnya kelancaran pelaksanaan TKA, terutama dari sisi kesiapan sistem.
“Kita tidak mau ada gangguan. Ini program dari kementerian untuk mengukur literasi siswa, jadi harus berjalan maksimal,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan di SMP Negeri 20 Banjarmasin, Senin (6/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengakui kebijakan mewajibkan TKA merupakan keputusan pemerintah daerah.
“Memang tidak wajib secara nasional, tapi di Banjarmasin kita wajibkan. Ini penting untuk evaluasi kemampuan literasi dan numerasi siswa,” katanya.
Di lapangan, pelaksanaan sempat terjadi kendala teknis. Sejumlah siswa mengalami gangguan saat login akibat masalah pada server, sementara waktu ujian terus berjalan.
Meski demikian, pihak dinas menyebut kendala tersebut dapat segera teratasi setelah koordinasi dengan tim pusat.
Selain itu, hasil TKA juga sebagai salah satu indikator dalam jalur prestasi ke jenjang pendidikan berikutnya, sehingga ujian ini sangat penting bagi siswa.
Keterbatasan perangkat turut menjadi tantangan. Jumlah Chromebook yang belum merata membuat panitian haris membagi pelaksanaan dalam tiga gelombang. Pada hari pertama, sebanyak 25 sekolah mengikuti ujian, sementara sisanya menyusul.
“Ke depan harus kita tambah. Perangkat ini juga digunakan untuk ujian lain, jadi kebutuhannya semakin besar,” tambahnya.





