KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Sejak peluncuran 7 November 2025, Program Data Kependudukan Terintegrasi (PDKT) di RSUD H Boejasin Pelaihari terus menunjukkan progres positif.
Program yang terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanahlaut ini bermanfaat bagi warga. Khususnya pada layanan persalinan serta pengurusan dokumen kematian.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 58 pasien telah memanfaatkan layanan PDKT di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tanahlaut tersebut.
Direktur RSUD H Boejasin, Budi Rukhyat, mengatakan sejauh ini pelaksanaan program berjalan lancar tanpa kendala berarti. Karena seluruh pasien telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Dalam kondisi normal, dokumen dapat selesai dalam waktu satu hingga dua hari dan siap diambil. Namun, apabila pengajuan dilakukan pada hari Jumat atau Sabtu, maka dokumen akan selesai pada hari Senin,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Melalui program PDKT, masyarakat dapat langsung memperoleh dokumen kependudukan berupa Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, serta Kartu Keluarga (KK) terbaru tanpa harus datang ke kantor dinas kependudukan.
Menurut Budi, respons masyarakat terhadap layanan ini sangat positif karena pasien merasa terbantu.
“Program ini bersifat opsional. Kami tidak memaksakan pasien untuk menggunakan layanan ini. Targetnya tentu sebanyak mungkin masyarakat dapat memanfaatkannya,” tambahnya.
Namun demikian, layanan PDKT saat ini hanya bagi pasien yang berdomisili di Kabupaten Tanahlaut. Pasien dari luar daerah belum dapat mengakses layanan ini.
Adapun persyaratannya tergolong sederhana, yakni KTP suami dan istri, buku nikah, serta Kartu Keluarga asli. Selanjutnya, pasien hanya perlu mengisi formulir yang telah tersedia di rumah sakit.





