KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kendal Tornado FC menahan imbang tuan rumah PS Barito Putera dengan skor 0-0 pada laga di Stadion 17 Mei, Minggu (22/2/2026).
Meski tampil dengan mayoritas pemain muda dan harus bermain dengan 10 orang pada babak kedua, Kendal Tornado mampu mencuri satu poin berharga dari markas Laskar Antasari dalam pertandingan yang berlangsung keras dan penuh tensi.
Sejak awal laga, Barito Putera tampil agresif menekan pertahanan tim tamu. Sejumlah peluang tercipta, namun upaya eksekusi tuan rumah belum mampu menaklukkan penjaga gawang Kendal Tornado, Muhammad Ridho, yang tampil solid sepanjang pertandingan.
Tak hanya bertahan, tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu juga beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang merepotkan lini belakang Barito. Keberanian para pemain muda Kendal Tornado menjadi salah satu pembeda dalam laga tersebut.
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Rullin Keeltjes, mengakui sejak awal timnya sudah memprediksi pertandingan akan berjalan keras dan penuh tekanan.
“Ini pertandingan yang tidak mudah. Barito tim yang sangat baik. Ditambah banyak kartu yang dikeluarkan wasit, itu cukup mengubah jalannya permainan,” ujarnya.
Situasi pertandingan semakin panas ketika kedua tim sama-sama harus bermain dengan 10 pemain pada babak kedua. Meski tempo laga sedikit menurun, intensitas duel di lapangan tetap tinggi.
“Kalau masih sama-sama sebelas pemain, mungkin pertandingan bisa lebih seru. Tapi saya bersyukur, laga tandang ini kami bisa membawa pulang satu poin. Ini kebanggaan karena para pemain sudah berjuang luar biasa,” terangnya.
Hasil imbang ini menjadi suntikan moral penting bagi skuad muda Kendal Tornado. Stefan optimistis mental para pemainnya akan terus berkembang dalam persaingan musim ini.
“Mudah-mudahan mereka terus berkembang agar kami bisa bersaing untuk promosi ke Liga 1,” tegasnya.
Sementara itu, dari kubu tuan rumah, pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra, tak menutupi kekecewaannya atas hasil pertandingan di kandang sendiri.
Pelatih yang akrab disapa Teco itu menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter yang memadati Stadion 17 Mei.
“Kami berterima kasih kepada suporter yang datang. Kami semua kecewa tidak bisa memberikan kemenangan. Kami minta maaf kepada masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Teco menegaskan timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, peluang dan umpan silang sudah tercipta, namun ketenangan di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah.
“Kami harus memperbaiki organisasi tim, kerja sama, dan lebih tenang saat punya peluang. Finishing harus lebih baik,” tegasnya.
Satu poin di kandang sendiri jelas bukan hasil ideal bagi Barito Putera. Sebaliknya, bagi Kendal Tornado FC, hasil ini menjadi bukti bahwa disiplin taktik dan semangat pemain muda mampu meredam tekanan tuan rumah, bahkan saat bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.





