Tempati peringkat teratas Survei LSPP, Aditya Mufti Ariffin Kembali Diharapkan Warga Jabat Walikota Banjarbaru

oleh
Aditya Mufti Ariffin Saat acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2024 di Lapangan Murdjani. (FOTO: Mediakita)

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Jelang Pilkada Lembaga Studi Politik dan Pemerintahan (LSPP) merilis hasil survei elektabilitas bakal calon kepala daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Nama Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menduduki peringkat teratas sebagai kandidat yang paling diharapkan masyarakat untuk kembali mencalon sebagai walikota, dengan skor persentasi sebesar 52,38%.

Melihat hasil riset itu, orang nomer satu di Kota Banjarbaru ini tidak jumawa.

Adit mengaku masih fokus dengan pekerjaannya sebagai Walikota dan menuntaskan program pembangunan yang menjadi visi misinya.

“Tahun ini banyak program kegiatan dan pembangunan yang harus dilaksanakan, mulai dari pembangunan fisik maupun non-fisik,” ujarnya, Sabtu (30/3/2024) malam.

Sementara perihal pencalonan pada Pilkada 2024, Adit masih belum memastikan apakah bakal kembali bertarung.

“Nanti ada waktunya kami sampaikan, termasuk mengenai pasangann kami di Pilkada,” singkatnya.

Selain nama Adit, hasil survei LSPP menempatkan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono pada peringkat kedua dengan nilai 23,81%.

Urutan ketiga ada nama politisi Nasdem Darmawan Jaya dengan angka elektabilitas 9,52%.

Berikutnya ada nama politikus Partai Golkar Kalsel Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan nama Ketua BPC HIPMI Banjar, Rifqi Maulana Mansyur dengan angka elektabilitas yang sama, yaitu sebesar 4,76%.

Selanjutnya, ada nama Anggota DPRD Banjarbaru dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurkhalis Anshari. Ia meraih persentase 2,38%.

Terakhir ada nama mantan gubernur Kalsel dua periode, H. Rudy Ariffin yang masih diharapkan masyarakat Banjarbaru untuk memimpin, Politisi yang juga ayahnya walikota Banjarbaru Aditya itu mendapatkan skor elektabilitas sebesar 2,38%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *