Proses Pindah Pengelolaan, Layanan Armada Bus Trans Banjarbakula Gratis Selama 5 Hari

oleh
Warga memanfaatkan fasilitas layanan BRT (Foto: Kalselmaju.com)

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pengelolaan Bus Rapid Transit (BRT) trans Banjarbakula warna hijau kuning akan berpindah. Dari sebelumnya pengelolaan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) KELAS II Kalimantan Selatan, ke Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub).

Selama proses pemindahan pengelolaan layanan bus gratis. Masyarakat bisa menggunakan bus tanpa dipungut biaya. Kebijakan itu berlaku sejak tanggal 1 hingga 5 Mei 2024.

“Saat ini sedang dalam massa transisi pengelolaan bus trans Banjarbakula dari Kemenhub ke Dishub Kalsel,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, M. Fitri Hernadi, Rabu (1/5).

Ia mengatakan sebanyak 75 unit bus trans Banjarbakula beserta koridor atau rute operasional akan diserahkan kepada pihaknya. “Pemindahan itu perlu beberapa uji validitas,” katanya.

Fitri menyebut kebijakan gratis bagi masyarakat itu juga bertujuan agar pelayanan selama proses pemindahan pengelolaan tidak terganggu.

“Kita perlu menyamakan kompetabilitas pelayanan Kemenhub dengan Pemprov Kalsel, sehingga perlu diuji coba terlebih dahulu. Selama pelayanan gratis, jam operasional dan rute sama seperti sebelumnya. Tak ada perubahan,” tambahnya.

Fitri menambahkan, hanya melimpahkan layanan saja, sementara pelaksanaan tetap oleh pihak ketiga yang sudah dipilih oleh Kemenhub.

Apabila terjadi pemindahan pengelolaan maka terjadi penyesuaian tarif. BRT Banjarbakula selama ini menerapkan besaran tarif sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan.

Sementara bus warna biru berdasarkan peraturan daerah (Perda) Pemprov Kalsel.

Ke depan baik bus warna biru maupun hijau kuning tarif keduanya akan sama menyesuaikan dengan perda.

Jika sudah dikelola oleh Dishub Kalsel, maka tarif kedua bus tersebut akan sama, yaitu Rp5.000 untuk sekali naik dan turun.

“Target kami dalam dua atau tiga bulan ke depan akan ada perpanjangan rute. Misalnya sampai ke Kota Martapura, lalu Marabahan dan Anjir, Pelaihari, koridor Trikora dan Panglima Batur Banjarbaru,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *