Prabowo Anies Adu Kuat Elektabilitas di Kalsel, Golkar Diprediksi Masih Jadi Pemenang

oleh
Ilustari ketiga Capres 2024, Foto CNN Indonesia

KALSELMAJU.COM,BANJARBARU – Pemilihan umum 2024 tinggal menghitung hari, sejumlah hasil survei tingkat nasional terus belomba-lomba menunjukan naik turunnya dinamika elektoral kandidat pilpres.

Pengamat Politik Kalimantan Selatan, Salahuddin Muharram memprediksi saat ini berdasarkan pantauannya masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah mulai terpetakan.

Ia mengatakan untuk kelas menengah keatas seperti warga kampus, akademisi, hingga ulama cenderung mengarah ke pasangan calon presiden nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin (Amin)

“Karena beberapa survey kemudian muncul rata-rata pemilih cerdas itu lebih kepada Anis. Bisa jadi. Karena beberapa media di Kalimantan selatan cenderung ke Amin,” ujarnya.

Sementara, terhadap pasangan capres cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka (Pragib), dosen fisip Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut juga tak menampik bahwa dukungan kuat partai-partai gemuk yang berpihak juga sangat mempengaruhi suara arus bawah.

“Saya kira pemilihan presiden tentu saja partai dominan itu partai Golkar, Gerindra dan PAN khasnya prabowo itu kuat, cuma secara kultural ada basis di Kalimantan selatan banyak NU ini karena Muhaimin dan partai PKB itu identik dengan NU,” ungkapnya.

Sehingga menurut kacamatanya, elektoral Kalsel terbagi atau malah berhadapan adu tipis suara antara Anis atau Prabowo.

Sedangkan untuk pasangan capres cawapres nomor urut 03 hanya kuat di satu kabupaten tertentu saja yakni Tanah Bumbu.

“Tanah bumbu akan menjadi perang suara antara Prabowo dan Ganjar, namun tidak mempengaruhi angka Prabowo yang diprediksi akan signifikan”tambahnya.

Hal menarik terkait posisi Prabowo Hari ini menurutnya di Kalsel adalah, dimana pada pilpres 2014 dan 2019 ia memenangkan suaranya di bumi Lambung Mangkurat.

“Persaingan Pilpres di kalsel itu agak ketat. kalo melihat dari kekuatan partai pendukung itu bisa jadi memang Prabowo agak sedikit di atas angin, namun hal tersebut berlaku jika partai politik Prabowo-Gibran bekerja,” ungkapnya.

Lanjutnya, kalau partai politik pendukung nomur urut 2 itu tidak bekerja. Bisa jadi suara prabowo di tahun 2014 dan 2019 sebagai pemenang pilpres di kalsel itu jadi terbagi.

Terbaginya bisa ke AMIN. Lalu pemilih Jokowi dahulu bisa lari juga ke ANIS atau ke Ganjar. Agak berimbang kalau itu.

Disisi lain, Samahuddin juga mengamati DPR RI yang kemungkinan besar masih didominasi pasrtai Golkar yang akan menyumbang 3 kursi dari dua dapil.

“kalau klo untuk DPRD provinsi saya kira masih tetap partai golkar tapi mungkin suaranya stagnan mungkin kisaran 11 sampai 12. Kemudian Nasdem ini juga melejit. Termasuk juga Gerindra sebagai pemenang kedua di Kalimantan selatan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *