Ovie & Yuti Barbarengan Mendaftar, Muncul Slogan Banjarbaru ‘AYUHA’ Aditya Yuti Haja

oleh
Aditya Muffti Arifin saat penyerahan formulir di DPD Golkar Banjarbaru. (Foto: Andra)

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Bakal Calon Petahana Aditya Mufti Ariffin mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan kepala daerah ke DPD Golkar Kota Banjarbaru, Minggu 19/5.

Pada waktu yang hampir berbarengan, juga hadir bakal kandidat dari Partai Gerindra mengembalikan berkas, yakni Yuti Mahrita mengiringi Ovi sapaan akrab Aditya Mufti Ariffin.

Kehadiran dua bakal calon tersebut tentu memunculkan spekulasi, apakah keduanya bakal bersanding pada gelaran pesta demokrasi Pilwali Kota Banjarbaru mendatang?

Menjawab pertanyaan wartawan, Walikota Banjarbaru ini tak menampik isu tersebut dan menyerahkan semuanya kepada Partai Politik Pengusung.

“Ada kemungkinan. Namanya politik itu kan semuanya mungkin, bentuknya dinamis. Mudah-mudahan ujungnya adalah rekomendasi SK dari partai,” katanya kepada para wartawan.

“Kalau memang SK partai baik dari PPP, Gerindra dan para pendukung lainnya mengeluarkan SK bahwa kami berpasangan dengan Yuti atau siapa itulah yang pastinya,” terangnya.

Sejak kedatangan Adit dan Yuti juga marak mengemuka slogan ‘Ayuha’ yang merupakan akronim berbahasa banjar ‘Aditya Yuti Haja,’ dan menjadi sinyal keduanya akan berpasangan menjadi Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru.

Sedangkan Yuti Mahrita alias Ibu Gemoy mengatakan kedatangannya bersamaan dengan Ovie karena kebetulan saja, namun ia berharap ada sinyal positif dari rencana pencalonannya.

“Soal tagline AYUHA saya baru dengar info itu tadi malam,” pungkas Yuti sembari tertawa.

Setelah dari Golkar keduanya juga mesra berinringan menyerahkan berkas lamaran ke DPC Gerindra.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Golkar Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera mengatakan sudah ada tiga orang menyerahkan formulir pendaftaran ke partainya.

“Pertama tadi Darmawan Jaya Setiawan dan kedua ketiganya Aditya dan Yuti. Tentunya semua akan berjalan sesuai mekanisme dari Golkar sendiri yaitu menunggu hasil survei internal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *