Nilai Ekspor Kalsel Meningkat, Simak 5 Komoditas Mendominasi

oleh
Zoom bersama BPS Nasional I Foto by mckalsel

KALSEMAJU, BANJARBARU – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada November 2023. Bahan bakar mineral mendominasi ekspor dari Kalsel. Nilainya mencapai US$1,24 miliar. Jika dibanding bulan sebelumnya. Nilai eksport dari Kalsel alami kenaikan. Nilai ekspor pada Oktober 2023 hanya US$1,12 miliar. Kenaikan tercatat 11,03 persen.

Berbeda dengan ekspor. Impor alami penurunan. Perbandingan November dan Oktober 2023. Nilai impor November 2023 US$148,49 juta. Turun 21,09 persen dibandingkan Oktober 2023. Impor Oktober 2023 US$188,18 juta.

Kepala BPS Provinsi Kalsel, Martin Wibisono, menjelaskan. Ekspor Kalsel didominasi lima komoditas. Bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, logam mulia dan perhiasan/ permata, kayu dan barang dari kayu, serta karet dan barang dari karet.

“Negara tujuan ekspor terbesar Tiongkok sebesar US$526,91 juta (42,39 persen). India sebesar US$218,66 juta (17,59 persen). Malaysia sebesar US$102,84 juta (8,27 persen). Filipina sebesar US$75,64 juta (6,09 persen). Korea Selatan sebesar US$66,92 juta (5,38 persen),” tuturnya, di Banjarbaru, Selasa (2/1/2024).

Dari sisi impor. Komoditas terbesar antara lain bahan bakar mineral. Mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya. Bahan kimia organic. Pupuk dan garam. Belerang, batu, dan semen. “Negara asal barang impor terbesar Malaysia sebesar US$82,29 juta (55,42 persen). Singapura sebesar US$61,46 juta (41,39 persen). Tiongkok sebesar US$2,17 juta (1,46 persen). Thailand sebesar US$0,85 juta (0,57 persen). Jepang sebesar US$0,44 juta (0,30 persen),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *