Maksimalkan Pendapatan Pajak Daerah, Pemprov Kalsel Kembali Buka Program Relaksasi

oleh
oleh
Kepala Bapenda Kalsel Subhan Nor Yaumil  ekspose PAD semester 1 tahun 2024. (Foto: Andra)
Latest Post
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"normal"}

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Bada Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalsel mencatatkan hasil pajak dari berbagai sektor terus alami peningkatan.

Pada 2024 misalnya, pengumpulan Pajak Atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tercatat mendominasi pendapatan asli daerah (PAD) semester 1 oleh Bapenda Kalsel.

Latest Post
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"normal"}

Pencapaian PBBKB sebesar Rp1,098 triliun itu tercatat hingga Juni 2024. Target pada tahun ini Rp 1,8 triliun.

Sementara untuk pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada semester pertama Juli 2024 mencapai Rp462 miliar dengan persentase 53,44 persen, targetnya, pada penutup buku akhir tahun ini sebesar Rp 865 miliar. Angka itu lebih besar dari target 2023 yang hanya sebesar Rp846 miliar.

“Target PKB ini memang naik tapi kami sangat optimis. Kalau persentase PKB dari keseluruhan 14 Unit Pelayanan Pendapatan Daerah atau UPPD sudah diatas 50 persen,” papar Kepala Bapenda Kalsel Subhan Nor Yaumil di kantornya, Selasa (9/7/2024) siang.

Sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sudah terealisasi Rp336 miliar dengan persentase 59 persen, namun target pendapatan pada sektor ini turun pada tahun 2024 menjadi Rp565 miliar, dari target tahun lalu Rp580 miliar.

“Penurunan ini disebabkan karena adanya mobil listrik, jadi sebagian masyarakat kita beralih menggunakan mobil listrik dan mobil listrik bebas bahan bakar minyak (BBM), bahkan kebijakan pemerintah juga ke depan BBM 2 ini akan tidak akan ada lagi,” tuturnya.

Untuk lebih memaksimalkan pendapatan pajak tahun ini, Pemprov Kalsel juga membuka program relaksasi BBNKB dan PKB.

Dalam relaksasi ini, para wajib pajak akan digratiskan atau bebas sanksi administrasi atau denda PKB dan BBNKB. Program ini akan berlangsung selama enam bulan, hingga Desember 2024.

Latest Post
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"normal"}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *