Konstelasi Politik di Kalsel Memanas, Pengamat : Kejutan Bisa Terjadi Detik-Detik Akhir

oleh
oleh
Pengamat politik Universitas Lambung Mangkurat Fathurrahman Kurnain)

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Konstelasi politik Kalimantan Selatan jelang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) 2024 semakin memanas, mengingat masa pendaftaran kontestan kian dekat.

Terbaru, saling klaim dukungan dan restu elit maupun tokoh politik seolah menjadi magnet awal agar mulus dalam memasuki laga pertandingan.

Namun apakah restu tokoh elit dapat menjadi kunci dan penentu kemenangan dalam setiap perhelatan politik elektoral?

Akademisi ULM Faturrahman Kurnain menyebut, proses demokrasi memang sedari awal telah mengatur bagaimana kekuasaan dipecah sedemikian rupa agar menciptakan keselarasan dan keseimbangan.

“Elit lokal bergandengan tangan sebagai simbol bahwa akses kekuasaan dalam struktur politik ditingkat lokal telah terkondisikan. Artinya dengan harapan pintu-pintu kekuasaan lainnya pun ikut terbuka lebar,” ujarnya kepada Kalselmaju.com, Rabu (24/4/2024).

Ia menjabarkan bahwasanya para kandidat yang akan berkontestasi, memang cenderung berusaha mendapatkan restu dari elit politik untuk memperbesar kans mereka untuk memenangkan Pilkada.

Kurnain menyebutkan, kolaborasi H Muhiddin dan Hasnuryadi merupakan dua tokoh besar yang sudah sangat piawai dalam dunia politik juga ekonomi.

Namun perlu disadari, kata Kurnain bahwasanya konfigurasi politik menjelang pilkada di Kalsel telah menunjukkan bahwa penguasaan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi kekuatan primer dalam menggerakan peta politik lokal.

Pekerjaan Rumah (PR) besarnya, yakni untuk menyelaraskan antara kepentingan partai politik, para elit ditingkat lokal dan pusat, sehingga menjadi penentu terbukanya gerbang kontestasi pilkada bagi para bakal calon.

“Tapi kalau dilihat Pergeseran-pergeseran konfigurasi dukungan-dukungan dari berbagai pihak juga masih sangat cair, sehingga belum bisa ditentukan untuk saat ini,” ungkapnya.

Fatur menambahkan Figur lain yang bisa saja bakal bersanding adalah Rifqinizamy dan Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah, asalkan keduanya mampu membuka pintu restu para elit politik serta menyelaraskan seluruh kepentingan.

“Kalau sempat terjadi, dapat menghasilkan koalisi yang tidak dapat dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Selain itu, Dosen Fisip ULM ini juga menyebutkan ada pameo yang cukup difavoritkan para politisi di Indonesia yakni, “biarkan lawan menebak-menebak apa yang akan kita lakukan, yang kita perlukan cukup memberikan mereka kejutan di detik-detik terakhir,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *