Fasilitas Baru Tahura Sultan Adam Dibangun, Mulai Glamping, Kabin, Amfitheater, Hingga Playground

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel bersama PT. Shafwah Holiday membangun fasilitas baru Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Fasilitas yang dibangun meliputi glamping, kabin, amfitheater, hingga playground.

Jumat (8/12) kemarin dilakukan peletakan batu pertama. Dalam waktu 3 bulan ke depan, sarpras tersebut ditarget rampung.

 

CEO PT. Shafwah Global Utama, M. Helmi, menjelaskan peletakan batu pertama tersebut merupakan awal pembangunan. Dalam waktu 3 bukan, dibangun sepuluh glamping dan cabin.

 

“2 bulan ke depannya 10 lagi. Selanjutnya yang kami bangun cafe atas langit,” ujarnya.

 

Dikatakannya, pada tanggal 20 Desember pekerjaan fisik dimulai, diperkirakan Maret 2024 selesai 10 glamping dan cabin. Total yang harus dibangun sebanyak 30, tapi tahap awal dibangun 20 unit terlebih dahulu.

 

Khusus glamping bakal dilengkapi fasilitas berupa ac tempat tidur. Pertimbangan penggunaan ac agar tetap sejuk saat dalam glamping atau cabin pada musim panas. Glamping sendiri tersedia kapasitas 2 orang, 4 orang, hingga kapasitas famili.

 

“Pada tahap awal ini kami juga membangun amfiteater dan akan memeriahkan tempat ini. Juga akan dibangun playground (tempat bermain anak) dan sport foto berupa jembatan yang menjorong ke jurang sekitar 50 meter. Konsep pembangunan kami meniru Bogor Malang hingga Belanda dan juga hasil observasi kami,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel, Hj. Fatimatuzzahra, menambahkan peletakan batu pertama kali ini tindak lanjut MoU bulan Juli lalu. Di mana PT. Shafwah membangun sarpras di Tahura Mandiangin dan Bukit Batu.

 

“PT. Shafwah akan bangun beberapa sarpras. Dua atau tiga bulan sudah bisa diresmikan, akan menambah destinasi wisata baru,” ujarnya.

 

Saat ini, lanjutnya, tahura mrnjadi tempat wisata alam unggulan. Oleh karena itu pihak Dishut Kalsel berusaha selalu menambah fasilitas atau wahan baru. Jika dibiarkan maka tidak menarik bagi pengunjung. “Kita berusaha membangun dengan siapa pun sehingga bisa tambah destinasi wisata. Kendati demikian, kami tidak melupakan fungsi utama tahura sebagai hutan konservasi,” tegasnya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *