Bangun Sektor Perkebunan dan Peternakan, Skema Pentahelix Digunakan

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel mendorong pertumbuhan sektor perkebunan dan peternakan berbasis multipihak atau Pentahelix.

“Program tak bisa hanya mengandalkan pemerintah tapi juga melibatkan lima unsur, yaitu akademisi, swasta, masyarakat atau komunitas,” kata Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, Selasa (5/12/2023).

Menurut Suparmi, saat ini ada empat program inovasi  bidang perkebunan dan peternakan yang gencar dikembangkan Disbunnak Kalsel, yaitu program atau inovasi Siskaku Intip, Bang Sibun Bekaret, Bang Kodim dan Siti Hawalari.

Program Siskaku intip (Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma) terus berkembang di Kalsel. Hingga kini sudah memiliki 22 klaster peternakan sapi di areal kebun sawit perusahan.

Program Siskaku Intip yang kini jadi role model nasional,  merupakan upaya optimalisasi lahan perkebunan sawit untuk ternak sapi, bertujuan  meningkatkan produksi daging dan kesejahteraan pekebun.

Sektor perkebunan karet, Disbunnak Kalsel mengembangkan program Bang Sibun Bekaret (pengembangan koperasi pekebun berbasis kawasan karet). Program ini untuk menyangga ekonomi para petani karet saat harga karet turun dan produksi rendah.

Kemudian ada program  bang Kodim yaitu pengembangan tanaman kopi terintegrasi.

Terakhir adalah pengembangan plasma nutfah Itik Alabio baik lahan rawa maupun lahan kering dengan inovasi yang dinamakan Siti Hawalari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *