Atasi Banjir, Pemko Banjarmasin Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Kanal dengan Belanda

oleh
oleh
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil. (Foto: Arum/ kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menjajaki kerja sama dengan Belanda untuk menangani banjir, terutama melalui pembenahan sistem pengairan dan kanal.

Penjajakan itu mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dengan Duta Besar Belanda yang berkunjung ke Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan pengalaman Belanda dalam mengelola tata air berpotensi menjadi referensi bagi Banjarmasin. Kedua wilayah memiliki tantangan serupa karena berada di kawasan yang relatif rendah terhadap permukaan laut.

“Pemerintah Kota Banjarmasin ingin agar dari pihak Belanda, yang sangat luar biasa di bawah permukaan air laut, sistem pengairan dan lain sebagainya itu dapat bagus,” kata Sabil, Rabu (21/10/2026).

Ia menyebut pembenahan kanal menjadi salah satu aspek yang berpeluang masuk dalam pembahasan lanjutan.

“Bagaimana untuk yang ada di Kota Banjarmasin yang memang problemanya mirip, ya, di bawah permukaan laut. Namun, supaya Banjarmasin tidak banjir, bagaimana untuk perbaikan kanal-kanal, perbaikan, dan sebagainya,” terangnya.

Sabil menegaskan, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal. Pihak Belanda akan menyampaikan peluang kerja sama itu kepada tim terkait untuk menentukan tindak lanjutnya.

“Ini yang bisa nanti ke depannya, kata Pak Wali Kota Banjarmasin, itu dapat dikerjasamakan dengan mereka. Dan mereka pun juga akan menyampaikan ke tim-tim mereka bagaimana nanti untuk keberlanjutan,” jelasnya.

Selain membahas peluang kerja sama infrastruktur, kunjungan Duta Besar Belanda juga mencakup wisata sejarah di Museum Kota Banjarmasin. Sang diplomat tertarik melihat koleksi meriam dan mempelajari sejarah hubungan Belanda dengan Banjarmasin serta perjuangan rakyat setempat.

Ia juga menunjukkan ketertarikan terhadap sejarah Jembatan Pasar Lama yang dahulu memiliki mekanisme buka-tutup. Kunjungan tersebut turut diisi kegiatan susur sungai untuk memperkenalkan karakter dan perkembangan Kota Banjarmasin.

Hingga kini, Pemko Banjarmasin belum memerinci bentuk teknis, jadwal, maupun mekanisme kerja sama penanganan banjir tersebut. Tindak lanjut pembicaraan awal akan menentukan peluang kolaborasi itu menjadi program konkret.

Visited 1 times, 1 visit(s) today