Krisis Air Bersih Mengancam, Pemkab Tanahlaut Perkuat Gotong Royong Antar-SKPD

oleh
oleh
Dinas Sosial Kabupaten Tanahlaut menyalurkan air bersih ke 20 dari 43 titik rawan kekeringan. (Foto: Humas Tanahlaut)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Dinas Sosial Kabupaten Tanahlaut baru mampu menyalurkan air bersih ke 20 dari 43 titik rawan kekeringan akibat keterbatasan armada dan personel. Untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani, Pemkab Tanahlaut memperkuat gotong royong antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kepala Dinas Sosial Tanahlaut, Eko Trianto, mengatakan distribusi air bersih saat ini hanya mengandalkan dua hingga tiga armada operasional. Kondisi tersebut membuat pihaknya belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh wilayah terdampak secara mandiri.

“Hingga hari ini dalam catatan kami ada 43 titik rawan yang membutuhkan air bersih bagi masyarakat, termasuk untuk fasilitas-fasilitas umum. Dari 43 titik itu, hanya 20 titik yang bisa kami layani karena keterbatasan sarana dan tenaga,” ujar Eko saat Apel Kerja Gabungan di halaman Kantor Bupati Tanahlaut, Senin (19/10/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan warga di 23 titik yang belum terjangkau, Dinas Sosial mengandalkan bantuan dan koordinasi dengan perangkat daerah lainnya.

Eko mengapresiasi SKPD yang telah membantu mendistribusikan air bersih. Ia juga berharap perangkat daerah lain turut terlibat agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Ancaman kekeringan perkiraan akan berlanjut hingga akhir tahun. Berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan dalam keterangannya, hujan diperkirakan mulai turun di Tanahlaut pada akhir November atau awal Desember.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, keterbatasan air juga berisiko memicu masalah kesehatan dan sanitasi.

“Harapan kami, SKPD yang selama ini belum turun tangan dapat ikut berperan aktif, sehingga dampak buruk kekurangan air bersih seperti munculnya penyakit di tengah masyarakat tidak sampai terjadi,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today