KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Proses perbaikan pipa transmisi air baku milik Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula berdiameter 1.200 milimeter masih berlangsung.
Meski demikian, suplai air baku kini mulai pulih setelah tahapan penyambungan menggunakan Ripper Clamp selesai dilaksanakan.
“Selesainya pemasangan Ripper Clamp memungkinkan Intake Mandikapau kembali beroperasi dengan debit sekitar 280 liter per detik,” papar Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu, Rabu (14/10).
Selain itu, pasokan air baku juga dari Intake PTAM Intan Banjar dengan debit sekitar 120 L/s. Dengan begitu, total suplai air baku saat ini mencapai sekitar 400 L/s atau 70 persen dari kapasitas suplai normal.
“Pada tahap awal pengoperasian, kami telah melakukan pemantauan terhadap sambungan baru di bagian pipa yang mengalami kerusakan,” kata Wahyu.
Berdasarkan hasil pemantauan selama 1×24 jam sejak pengoperasian awal, belum terdapat rembesan maupun kebocoran pada sambungan tersebut. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa sambungan Ripper Clamp berfungsi dengan baik.
Meski begitu, pemantauan tetap berjalan untuk memastikan keandalan sambungan selama operasional berlangsung.
Tahap perbaikan selanjutnya adalah pengecoran pada bagian sambungan Ripper Clamp.
Tujuannya memperkuat konstruksi sambungan sekaligus meningkatkan keandalan pipa guna mencegah terjadinya kebocoran kembali.
BPAM Banjarbakula juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pelayanan yang terjadi akibat kebocoran pipa transmisi air baku tersebut.
Pihaknya terus berupaya menyelesaikan seluruh tahapan perbaikan dengan baik dan secepat mungkin agar suplai air baku dapat kembali normal.





